Kompas.com - 16/11/2020, 12:23 WIB
Para pelaku penganiayaan di sebuah kafe di Bandung, yang videonya viral terekam CCTV, tampak tertunduk saat diboyong petugas kepolisian di Mapolresta Bandung, Senin (16/11/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIPara pelaku penganiayaan di sebuah kafe di Bandung, yang videonya viral terekam CCTV, tampak tertunduk saat diboyong petugas kepolisian di Mapolresta Bandung, Senin (16/11/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan menyebut bahwa peristiwa penganiayaan yang terekam kamera pengawas di salah satu kafe di Kampung Rancaoray, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, bermotif balas dendam.

Sebelum terjadinya penganiayaan di kafe itu, kata Hendra, korban Remon mengeroyok salah satu tersangka AS pada Sabtu Sabtu (15/11/2020) sekitar pukul 16.00 WIB di kediamannya.

Mendapatkan perlakuan itu, AS kemudian menghubungi kerabatnya dan melakukan serangan balasan dengan mendatangi Remon di salah satu kafe dan melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap korban pada pukul 17.00 WIB.

"Jadi motivasi para pelaku melakukan tindakan penganiayaan ini adalah balas dendam," ucapnya.

Baca juga: Video Viral Pria Dianiaya di Kafe di Bandung Terungkap, 5 Pelakunya Ditangkap

Dampak dari perisitiwa itu, ucap Hendra, kerabat korban pun melakukan upaya pembalasan, yakni dengan mendatangi sebuah rumah gubuk ilegal di tanah milik PJKA dan membakar barang milik pelaku AS.

"Namun harus kita akui bahwa ada hak keperdataan di situ, walaupun tanahnya ilegal, tidak ada IMB, tapi hak keperdataannya ada, karena barang-barang milik korban yang dibakar oleh kedua orang ini," ucapnya.

"Jadi kami dari pihak kepolisian bertindak profesional saja, kita mengacu kepada barang siapa berbuat apa, kedua belah pihak akan mendapatkan perlakuan yang sama, apabila melakukan sesuatu tindak pidana," tambahnya.

Dalam kasus ini polisi bertindak tak hanya menangkap kelima pelaku berinisial J (28), S (24), AS (55), D (29), dan A (46) yang melakukan penaniayaan korban di kafe, tapi juga menangkap IS alias Tora (38) dan AY (39).

Tora dan AY merupakan kerabat korban Remon yang telah melakukan aksi pembalasan lainnya dengan membakar barang pelaku AS.

"Kita seimbang ya, karena ini balas membalas sehingga kita lakukan proses hukum. Pelaku menjadi korban dan keluarga korban juga adalah pelaku," ucap Hendra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X