Terungkap, Oknum Dokter Kasus Video Mesum dengan Bidan Pernah Selingkuh dengan Tenaga Kesehatan Lain

Kompas.com - 16/11/2020, 10:04 WIB
Ilustrasi selingkuh GOLFXIlustrasi selingkuh

JEMBER, KOMPAS.com – Video mesum yang viral di media sosial antara dokter AM dengan bidan AY menguak kasus perselingkuhan lainnya.

Sebab, dokter AM tak hanya berbuat mesum dengan satu orang. Namun, pernah dengan tenaga medis lain di Puskemas Curahnongko.

Hal itu terungkap setelah SW, warga Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, yang juga pernah bekerja di Puskemas Curahnongko, ikut bersuara atas perilaku oknum dokter tersebut.

Dokter AM disebut menyelingkuhi istrinya pada tahun 2008-2009 lalu.

Kronologi kasus tersebut terjadi saat SW yang merupakan tenaga perawat di Puskesmas melanjutkan studi di Belanda.

Baca juga: Suami Bidan yang Video Mesumnya Viral: Rumah Tangga Saya Hancur

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, dia tidak mengetahui bila ada perselingkuhan antara istrinya dengan dokter AM.

Dia baru mengetahui setelah ada desas-desus dari warga setempat. Akhirnya, dia pulang dari Belanda.

“Saat kejadian saya ada di Belanda, tidak di rumah,” kata SW, kepada Kompas.com, via telepon, Senin (16/11/2020).

Akhirnya dia pulang ke Indonesia dan mengetahui bahwa istrinya telah selingkuh dengan dokter AM.

Selanjutnya, SW melaporkan hal tersebut pada Dinas Kesehatan Jember dan melakukan proses perceraian di Pengadilan Agama.

“Istri saya kerja di Puskesmas Curahnongko, dokter AM itu kepala Pukesmas Tempurejo saat itu,” tambah dia.

SW mengaku memang pernah bekerja di Puskesmas Curahnongko. Namun, ketika dokter AM menjabat sebagai kepala Puskesmas Curahnongko, dirinya mengajukan pindah ke Puskesmas Kemuning.

Dia mengaku pindah karena merasa tidak nyaman bekerja denagn orang yang sudah merusak rumah tangganya.

“Dulu istri saya pernah satu kantor, kasusnya sama dengan dokter yang sekarang lagi viral,” tutur dia.

Hanya saja, ketika kasus perselingkuhan dengan istrinya terjadi, tidak seheboh sekarang. Sebab, dulu tidak ada istilah viral dan belum ada model HP seperti sekarang.

Karena kasus perselingkuhan itu, SW mengaku dipanggil Dinas Kesehatan, Inspektorat dan BKD. Dokter AM menurutnya mendapatkan sanksi.

“Sanksi disekolahkan ke Dinkes saja sekitar 4 bulan, lalu dikembalikan menjadi kepala puskesmas di tempat yang lain,” papar dia.

Baca juga: Dokter dan Bidan Puskesmas yang Video Mesumnya Viral Sudah Dipindahkan

SW berharap, dengan kasus video mesum yang viral itu bisa menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan sanksi.

“Bisa menjadi efek jera yang bersangkutan agar tidak ada korban lain seperti saya,” papar dia.

Sebab, karena kasus tersebut, rumah tangganya hancur dan berdampak pada pengasuhan anak-anaknya.

“Rumah tangga saya hancur, akibatnya anak yang jadi korban,” pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X