Jabar Luncurkan Program Sekolah Juara, Pelajar Bisa Kelola Perusahaan

Kompas.com - 15/11/2020, 13:56 WIB
Salah seorang siswi di SMAN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat saat sedang membuat sepatu dari limbah kain perca, Sabtu (14/11/2020). Dalam program Sekolah Juara, para siswa dilatih untuk berwirausaha dengan menggabungkan kurikulum muatan lokal dan darurat di masa pandemi. Dokumentasi Disdik JabarSalah seorang siswi di SMAN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat saat sedang membuat sepatu dari limbah kain perca, Sabtu (14/11/2020). Dalam program Sekolah Juara, para siswa dilatih untuk berwirausaha dengan menggabungkan kurikulum muatan lokal dan darurat di masa pandemi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Sekolah Juara, di mana para pelajar tingkat SMA/SMK diajarkan untuk berwirausaha dan mengelola miniatur perusahaan.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan, program Sekolah Juara merupakan gabungan kurikulum muatan lokal dan darurat di masa pandemi Covid-19 sebagai bagian dalam penguatan kapasitas para pelajar.

"Kurikulum yang kita anut saat ini itu adalah kurikulum 2013. Di masa pandemi itu ada kurikulum yang disederhanakan. Kita pun juga ada kurikulum darurat, dan kita juga ada kurikulum muatan lokal Jawa Barat," ujar Dedi Supandi dalam siaran persnya, Sabtu (14/11/2020).

Baca juga: Beredar Video Seseorang Diserang dan Dianiaya di Sebuah Kafe di Bandung

Ia berharap, program ini mampu mendidik para pelajar untuk mencari peluang menjadi wirausaha dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Hal itu pun bertujuan agar para pelajar tidak jenuh menghadapi sistem belajar secara daring selama pandemi Covid-19.

Selain itu, sebagai langkah awal bagi para pelajar sebelum terjun langsung ke masyarakat setelah menyelesaikan jenjang pendidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari situlah nanti akan muncul anak-anak didik di SMA yang mampu berwirausaha, mampu secara keterampilan menciptakan usaha-usaha baru dan mampu secara pengetahun, dan melakukan yang dia lakukan itu sebagai konsep kehidupan sehari-hari," ucap Dedi.

Baca juga: 2 Mahasiswa Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung

SMA Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara dengan membuat produk sepatu dari limbah kain perca.

Tak tanggung-tanggung, mereka menggandeng pengrajin sepatu di Cibaduyut Kota Bandung yang terdampak Covid-19 secara ekonomi, untuk belajar teknik membuat sepatu yang siap jual.

"Sepatu yang berasal dari limbah kain perca ini mereka kreasikan dengan ide mereka, kemudian jadilah sebuah sepatu. Kalau pemasarannya memang sudah cukup luas sih, karena kebetulan dalam kesempatan ini juga banyak berbagai pihak yang mendukung untuk bisa meng-endorse sepatu," kata Kepala SMAN 1 Cisarua Tuti Kurniawati.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X