Cerita 2 Anak Pedalaman di Riau Lulus Jadi Polisi, Berasal dari Keluarga yang tinggal di Kawasan Hutan

Kompas.com - 15/11/2020, 09:55 WIB
Dua anak Suku Talang Mamak, Anto dan Andika berfoto dengan pembinanya, Bhabinkamtibmas Talang Jerinjing, Brigadir Komarudin, usai pengumuman kelulusan Bintara Polisi di Polda Riau, Sabtu (14/11/2020). Anto dan Andika adalah anak Suku Talang Mamak di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau. Dok. Polres InhuDua anak Suku Talang Mamak, Anto dan Andika berfoto dengan pembinanya, Bhabinkamtibmas Talang Jerinjing, Brigadir Komarudin, usai pengumuman kelulusan Bintara Polisi di Polda Riau, Sabtu (14/11/2020). Anto dan Andika adalah anak Suku Talang Mamak di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dua anak dari suku Talang Mamak, suku pedalaman di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau lulus seleksi Bintara Polisi 2020.

Mereka adalah Anto anak pasangan Panggelang dan Habibun. Yang kedua adalah Andika Swanda anak dari paasangan Tarmozi dan Mini.

Anto dan Habibun berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di kawasan hutan di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

Baca juga: 2 Anak Suku Talang Mamak Lulus Jadi Polisi, Kapolres: Bukti Paradigma Lama Sudah Memudar

Mereka berdua lulus bersama 292 orang yang lulus seleksi Bintara Polri tahun 2020.

"Mereka berdua anak petani karet, tapi perjuangan mereka ingin jadi polisi hingga lulus sangat kita banggakan," kata Kapolres Inhu Akbp Efrizal SIK melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Efrizal, kehidpan keluarga Anto dan Habibun jauh dari sejahtera apalagi saat ini diterpa Covid-19.

Baca juga: Tak Ada Listrik dan Internet, Ini Kisah Anak-anak Suku Talang Mamak Belajar Saat Pandemi

Rekrutmen khusus suku pedalaman.

Kapolres Inhu Akbp Efrizal mengatakan Anto dan Habibun lulus rekutrumen program (retpro) khusus suku pedalaman dan berprestasi sampai ke tingkat nasional.

Awalnya ada empat anak Talang Mamak yang ikut pelatihan. Namun hanya 2 orang yang lulus bintara.

Sebelum mendaftar, dua anak tersebut dibina secara fisik dan non-fisik oleh anggota Bhabinkamtibmas Desa Talang Jerinjing, Brigadir Komarudin.

"Awalnya ada empat orang anak Talang Mamak yang ikut pelatihan dan mendaftar. Namun, hanya dua orang yang lulus jadi Bintara Polri," sebut Efrizal.

Baca juga: Semangat HUT Ke-75 RI, Bendera Merah Putih Dibagikan ke Warga Suku Talang Mamak Riau

Ia berharap ke depannya jumlah anak suku pedalaman yang lulus polisi terus bertambah.

"Ini merupakan bukti nyata bahwa paradigma lama sudah mulai memudar. Dulu suku pedalaman dan masyarakat awam takut dengan polisi, justru sekarang suku pedalaman sudah banyak menjadi polisi."

"Mudah-mudahan, ke depan jumlah anak suku pedalaman di Inhu yang lulus polisi bertambah," ucap Efrizal.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Idon Tanjung | Editor: David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X