Kompas.com - 15/11/2020, 08:51 WIB
Lawang Sewu screenshootLawang Sewu

SEMARANG, KOMPAS.com - Unggahan video blogging milik YouTuber "Kirandika Channel" yang diminta membayar Rp 3 juta per jam karena merekam tempat wisata Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial pada Sabtu (14/11/2020).

Vlog yang berdurasi 9 menit 17 detik itu menampilkan petugas keamanan melarang pemilik akun merekam video, karena dikenakan biaya Rp 3 juta per jam untuk pembuatan konten wisata di Lawang Sewu.

Mengetahui hal itu, vlogger tersebut mengaku terkejut dan meminta maaf karena belum mengetahui prosedur dan tarif yang diberlakukan oleh manajemen Lawang Sewu.

Baca juga: Viral Youtuber Ngevlog di Lawang Sewu Harus Bayar Rp 3 Juta Per Jam, Ini Penjelasan Pengelola

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang pun merespons perihal kesalahan informasi yang disampaikan oleh petugas keamanan Lawang Sewu dalam video yang diambil pada Minggu (8/11/2020).

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi kepada KAI Wisata terkait permohonan maaf tentang prosedur dan biaya yang disampaikan oleh petugas keamanan.

"Kami sudah klarifikasi dengan Humas PT KAI Wisata. Mereka sudah minta maaf atas kesalahan informasi yang di sampaikan oleh security," kata Indriyasari kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Beli Tiket Lawang Sewu Harus secara Online, Ini Caranya

Dia menjelaskan, untuk kegiatan yang bersifat komersial seperti pembuatan film atau iklan, maka akan dikenakan biaya penggunaan area pengambilan video atau shooting sesuai aturan yang berlaku di Lawang Sewu.

Namun, apabila kegiatan pengambilan video tidak bersifat komersial atau hanya untuk personal, tidak dikenakan biaya alias gratis.

"Kalau nge-vlog memang ada aturannya. Kalau sifatnya nge-vlog untuk bisnis atau komersial ada biayanya dan aturannya sendiri. Tapi jika untuk perorangan, nge-vlog tidak dikenakan biaya," ujar dia.

Dia menyampaikan, selama ini peraturan yang ditetapkan bagi pengunjung di Lawang Sewu memang cukup ketat.

Terlebih, jika pengunjung akan melakukan pengambilan video, harus meminta izin terlebih dahulu ke Kantor Pengelola Museum.

"Memang selama ini aturan di Lawang Sewu agak ketat, sehingga apabila pengunjung akan melakukan pengambilan (video) di sana harus meminta izin dulu," kata dia.

Indriyasari mengaku, pihaknya kerap kali melakukan pengambilan video wisata di Lawang Sewu dan harus mengajukan izin terlebih dahulu kepada pengelola.

"Kami pun sering membuat surat permohonan izin untuk pengambilan video dan mereka juga memfasilitasi," kata Indriyasari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X