Ini Penyebab Ruangan Kades Balibo Disegel Anggota DPRD Bulukumba

Kompas.com - 14/11/2020, 21:00 WIB
Kantor Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHKantor Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba dari Fraksi Partai Nasdem Abdul Kaab menyegel ruangan Kepala Desa (Kades) Balibo, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Darmawati, Kamis (12/11/2020).

Atas insiden tersebut, Darmawati berkantor di rumahnya yang terletak di Dusun Passimbungan Balibo, Kecamatan Kidang, Bulukumba.

Abdul Kaab menceritakan, alasan melakukan hal itu karena merasa kecewa dengan kades karena tidak menerbitkan SK satu staf yang lulus seleksi penjaringan aparatur desa Balibo bernama Nur Afik Ahmad.

"Jadi ada tiga orang yang lulus seleksi mereka adalah Muh Sabir sebagai Kepala Dusun Kampung Cina, Rislan Kaur Umum dan Nur Afik Ahmad Kaur Kesos. Namun, hanya dua yang diterbitkan SK-nya yakni Muh Sabir dan Rislan, sementara Nur Afik Ahmad tidak. makanya pergi segel ruangan kades," kata Kaab kepada Kompas.com, Sabtu (14/11/2020).

Baca juga: Bawaslu Bulukumba Teruskan Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN ke KASN

Dirinya sempat menemui kades Balibo di kantornya untuk menanyakan hal tersebut.

Saat itu, Darmawati berjanji akan menerbitkan SK, namun beberapa hari kemudian sang kades malah mengungkapkan akan diceraikan oleh suami jika mengeluarkan SK.

"Nur Afik Ahmad bukan pendukung ketika pilkades," jelas Kaab.

Sementara itu, Kades Balibo Darmawati mengaku tidak ada di lokasi ketika Kaab menyegel ruangan kerjanya.

"Saya ke rumah warga melakukan penandatanganan hibah tanah untuk dijadikan lokasi sumur bor. Saat kembali ke kantor ternyata ruang kerja sudah dikunci oleh Kaab," ujar Darmawati.

Baca juga: Anggota Satpol PP Bulukumba Dianiaya Orang Tak Dikenal

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulukumba Andi Kurniadi mengatakan, kades memilih berkantor di rumahnya merupakan tindakan tidak benar.

"Memang itu bukan pelanggaran, tapi itu administrasi yang kurang tepat. Makanya saya sarankan jika kades selama ini merasa terganggu maka bisa panggil pengamanan dari aparat dari TNI/Polri, supaya tidak ada yang berani mengganggu," kata Kurniadi.

Camat Kindang, Awaluddin mengatakan, Ketua Komisi A dan PMD, menyepakati prosedur penjaringan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan perintah undang-undang, khususnya Perda Nomor 9 tahun 2016, tentang tata cara pemberhentian dan pengangkatan aparat desa.

"Terkait dengan ketidakpuasan kades Balibo yang tidak menerima satu orang yang lulus dengan alasan tidak mendukung waktu pemilihan kepala desa, itu alasan yang tidak bisa diterima secara legal. Karena tidak sesuai dengan perintah Perda Nomor 9 itu," kata Awaluddin.

Menurut dia, pihak yang berhak menolak dan memberikan rekomendasi itu adalah camat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Regional
Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Regional
Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Regional
6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

Regional
Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Regional
Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X