Mabuk, Ngegas dan Diduga Acungkan Pistol, Pemobil Dikeroyok Ratusan Pengendara Motor

Kompas.com - 14/11/2020, 13:54 WIB
Mobil yang digunakan ASA usai dirusak ratusan pengendara motor di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Jumat (13/11/2020). Dok Humas Polrestabes MakassarMobil yang digunakan ASA usai dirusak ratusan pengendara motor di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Jumat (13/11/2020).

KOMPAS.com- Video yang menggambarkan pengemudi mobil dikeroyok oleh massa pengendara motor viral di media sosial.

Ada dua video yang tersebar. Pertama, video berdurasi 18 detik menggambarkan kejadian pengeroyokan.

Kemudian ada video berdurasi 2 menit 50 detik yang menunjukkan pengemudi mobil sempat mengacungkan pistol.

Pengemudi mobil sebelumnya diduga mabuk dan mengegas mobilnya dengan suara keras hingga membuat orang lain emosi.

Baca juga: Tersinggung Suara Keras Mobil, Ratusan Pengendara Motor Keroyok Pengemudi Mobil hingga Masuk RS, Ini Ceritanya

Akibat suara keras mobil

Ilustrasi mobil melintas di jalan tolKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Ilustrasi mobil melintas di jalan tol
Peristiwa awalnya terjadi di Jalan Veteran, Kota Makassar, Jumat (13/11/2020) dini hari.

Saat itu, pengemudi ASR (22) mengegas mobil hingga mengeluarkan suara yang keras.

Diduga karena hal itu, gerombolan pemotor di jalan tersebut tersinggung dan mengejar mobil tersebut.

Mobil dihentikan oleh massa dengan cara melempari batu hingga dengan panah.

Akhirnya kelompok pesepeda motor berhasil mengadang mobil itu dan merusaknya di Jalan Sultan Alauddin, dekat Polsek Rappocini.

Mereka juga menghajar pengemudi mobil.

Baca juga: Sebelum Dianiaya Ratusan Pengendara Motor, Pengemudi Mobil di Makassar Sempat Acungkan Pistol

 

Ilustrasi pistolSHUTTERSTOCK Ilustrasi pistol
Berlindung ke Polsek

Dalam video, terlihat pengemudi mobil sempat mengacungkan benda yang diduga pistol.

Namun massa tetap menghajar pengemudi mobil dan merusak mobil.

ASR dan rekannya berhasil keluar dan berusaha berlindung di Mapolsek Rappocini.

"Personel kemudian melakukan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan konsentrasi massa," ujar Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus, Sabtu (14/11/2020).

Baca juga: Viral, Video Pengemudi Mobil Dianiaya Ratusan Pengendara Motor di Makassar

Luka parah

Ilustrasi rumah sakit.healthcareitnews.com Ilustrasi rumah sakit.
Pengemudi mobil mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Dia kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.

"Korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kiri dan mengalami luka di bagian punggung belakang akibat terkena busur (anak panah)," kata Supriady.

Sementara mobilnya terlihat rusak parah hingga kaca bagian belakang mobil pecah.

Baca juga: Langkah Bedakan Madu Asli dan Palsu Versi Peternak hingga Pakar Madu UI

 

Mabuk.Thinkstock Mabuk.
Masih penyelidikan

Diduga pengemudi mobil dan rekannya saat itu dalam keadaan mabuk.

"Berdua (korbannya) tapi disinyalir sudah habis minum itu. Mabuk juga," kata Kapolsek Rappocini Kompol Ashari saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, sebagian pelaku telah ditangkap dan dalam pemeriksaan polisi.

"Sementara dikejar pelakunya. Sudah ada yang ditangkap (sebagian)," imbuh dia.

Pihaknya masih mendalami kasus ini hingga mengetahui motif yang sebenarnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Makassar, Himawan | Editor: Dony Aprian, Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X