Kompas.com - 13/11/2020, 20:29 WIB
Polisi menangkap enam orang komplotan pencuri yang sudah beraksi di 67 TKP di Mataram. Dok. Humas Polresta MataramPolisi menangkap enam orang komplotan pencuri yang sudah beraksi di 67 TKP di Mataram.

MATARAM, KOMPAS.com - Polresta Mataram meringkus komplotan spesialis pencurian yang telah beraksi di 67 tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto mengatakan, komplotan itu terdiri dari enam pelaku.

"Kami menangkap 7 pelaku. Enam pelaku spesialis kasus pencurian. Satunya lagi itu yang memprovokasi warga saat petugas melakukan penangkapan di Kelurahan Jempong Baru. Mereka ini beraksi di 67 TKP dari tahun 2019," kata Guntur lewat keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Pelaku yang ditangkap berinisial HL alias Eper (45), NF (21), IK (17), MH (20), SH (30), dan AR (30).

Guntur menyebutkan, komplotan yang dipimpin Eper itu sangat terorganisasi. Eper, kata dia, dikenal dengan panggilan kadensus.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Perwira TNI Gadungan, Terbongkar karena Rasa Penasaran Seorang Ibu...

"Ketuanya dia, asalnya dari satu lingkungan semua. Dia menggerakkan tim ini untuk melakukan pencurian," jelas Guntur.

Resahkan Warga

Guntur mengatakan, komplotan pencuri ini telah meresahkan warga Kota Mataram selama setahun terakhir.

Mereka telah mencuri di 67 lokasi sejak 2019. Sasarannya pun beragam, mulai dari perumahan, pertokoan, dan perkantoran.

Bahkan salah satu aksi komplotan ini terekam CCTV dan viral di media sosial.

"Mereka membobol sejumlah ritel modern. Lalu juga konter lengkap dengan beberapa brangkas. Mereka ini sangat meresahkan," sebut Guntur.

 

Keenam pelaku ditangkap petugas di rumah masing-masing yang masih berada dalam satu lingkungan.

Selain mengerahkan puluhan petugas kepolisian, proses penangkapan komplotan pencuri ini juga melibatkan K9 Dit Samapta Polda NTB.

Proses penangkapan berjalan tegang karena ada seorang warga yang mencoba memprovokasi masyarakat lingkungan itu dengan menghina dan meneriaki petugas.

Baca juga: Soal Vaksin Covid-19, Menko PMK: Tidak Semuanya Divaksin, Ini Menciptakan Herd Immunity

Sehingga, polisi juga menangkap RS (36) yang merupakan pelaku provokasi.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti dua sepeda motor dan dua sepeda. Polisi juga menyita barang yang digunakan dalam melakukan pencurian seperti tali tambang dan linggis.

"Untuk barang bukti, ada sebagian yang sudah dijual. Kami juga masih mengembangkan kasus ini. Termasuk juga untuk pelaku penadahnya," kata Guntur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X