Kesal Dimaki Mahasiswa Saat Demo, Gubernur Kalbar Lapor Polisi, Ini Faktanya

Kompas.com - 13/11/2020, 15:36 WIB
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji resmi melaporkan mahasiswa yang melontarkan kata-kata bermakna makian saat berorasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Sutarmidji tiba di Mapolresta Pontianak Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 10.45 WIB dengan membawa bukti video orasi mahasiswa tersebut. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAGubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji resmi melaporkan mahasiswa yang melontarkan kata-kata bermakna makian saat berorasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Sutarmidji tiba di Mapolresta Pontianak Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 10.45 WIB dengan membawa bukti video orasi mahasiswa tersebut.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang omnibus law Cipta Kerja yang dilakukan mahasiswa kembali dilakukan di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (10/11/2020).

Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa sempat mengucapkan kata-kata kasar atau makian kepada gubernur.

Hal itu dilakukan mahasiswa lantaran mereka kecewa karena gubernur dianggap enggan untuk menemuinya.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji berang. Apalagi, video yang memperlihatkan dirinya saat dimaki oleh mahasiswa tersebut diketahui sempat viral di media sosial.

Untuk itu, akhirnya ia memutuskan untuk membuat laporan kepada polisi, pada Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Dugaan Penghinaan Gubernur Kalbar Saat Demo, Polisi Panggil Korlap Aksi

Penjelasan gubernur

Sutarmidji merasa geram dengan salah satu orator aksi tersebut karena dianggap mengucapkan kata-kata makian terhadap dirinya saat melakukan unjuk rasa.

Dalam melaporkan kasus tersebut, ia juga membawa bukti berupa rekaman video.

“Yang maki-maki saya tuh, saya mau lapor polisi, pasti, karena itu hak saya. Saya akan buat laporan. Saya sudah bilang ke mereka saya akan tetap buat laporan. Kita ketemu di pengadilan saja,” ucap Sutarmidji.

Menurutnya, saat itu ia tidak bisa menemui para pengunjuk rasa bukan tanpa sebab.

Pasalnya, ketika itu ia sedang mengisi materi acara webinar Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X