Langgar Aturan Kampanye, 2.175 Alat Peraga Paslon di Semarang Ditertibkan

Kompas.com - 12/11/2020, 22:25 WIB
Penertiban APK dan APS melanggar di Kota Semarang, yang dilakukan oleh Tim Penertiban Kota Semarang. KOMPAS.com/Bawaslu Kota SemarangPenertiban APK dan APS melanggar di Kota Semarang, yang dilakukan oleh Tim Penertiban Kota Semarang.

SEMARANG, KOMPAS.com - Ribuan alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi (APS) di Kota Semarang ditertibkan karena kedapatan melanggar aturan kampanye Pilkada 2020.

Penertiban tersebut dilakukan secara bertahap selama rentang waktu 3 hingga 7 November 2020.

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan penertiban melakukan penertiban APK/APS dan sosialisasi selama kampanye Pilkada 2020.

"Kami bersama tim gabungan penertiban di tingkat kota dan kecamatan sudah menertibkan sebanyak 2.175 APK. Selain itu kami juga lakukan sosialisasi selama kampanye," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: APK Paslon Pilkada Surabaya Dipasang di Bangunan Cagar Budaya, Tim Ahli Belum Keluarkan Izin

Tim penertiban menyisir empat kawasan di Kota Semarang yakni utara, selatan, barat, dan timur dengan melibatkan KPU, Kesbangpol, Satpol PP, Polres, Disperkim, Distaru, Dishub, Otda dan Dinkes Kota Semarang.

Selama penertiban berlangsung, pihaknya mengaku sering menemui kendala di lapangan mengingat harus mengutamakan faktor keselamatan.

"APK yang melanggar posisi letaknya rumit seperti banyak kabel listrik dan alat crane yang tidak bisa dijangkau. Jadi memang ada beberapa yang belum ditertibkan karena kaitannya dengan keselamatan nyawa," katanya.

Baca juga: Tim Suksesnya Diintimidasi Saat Pasang APK, Benyamin Davnie: Serahkan Ke Kepolisian

Pihaknya kemudian mengidentifikasi dan segera melakukan penertiban kembali dalam waktu dekat.

"Identifikasi APK/APS yang melanggar tingkat Kota Semarang dimulai pada tanggal 12-14 November 2020. Hasil identifikasi APK/APS tersebut akan dilakukan kajian dan rekomendasi ke KPU Kota Semarang, kemudian diteruskan ke peserta pemilihan. Setelah itu, baru tim penertiban dapat melaksanakan penertiban kembali," katanya.

Kordiv Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman berharap kepada paslon dan tim pemenangan agar mematuhi aturan yang ada saat ini.

"Ya, harapan kami karena memang diatur dan ada pembatasan dalam APK sebagai bagian dari fasilitasi KPU. Seyogyanya dapat dipatuhi semua pihak," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X