Dari Malaysia, Sabu 30 Kg Diselundupkan Lewat Batam untuk Diedarkan di Palembang, Ini Kornologinya

Kompas.com - 12/11/2020, 13:20 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) brhasil membongkar dan menggagalkan pengiriman narkotika golongan 1 jenis sabu yang merupakan jaringan Internasional asal Malaysia di Batam, Kepri, Rabu (11/11/2020). Dari penggalan ini, BNNP Kepri berhasil menyita 33 Kg sabu asal Malaysia dari tiga tersangka, yakni inial S (49), inisial I (34) dan inisial A (39). DOK BNNP KEPRIBadan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) brhasil membongkar dan menggagalkan pengiriman narkotika golongan 1 jenis sabu yang merupakan jaringan Internasional asal Malaysia di Batam, Kepri, Rabu (11/11/2020). Dari penggalan ini, BNNP Kepri berhasil menyita 33 Kg sabu asal Malaysia dari tiga tersangka, yakni inial S (49), inisial I (34) dan inisial A (39).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tiga orang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNPP) Kepulauan Riau karena menyelundupkan sabu asal Malaysia pada Rabu (11/11/2020).

Mereka adalah S (49), I (34), dan A (39). Tiga orang tersebut diupah Rp 30 juta untuk sekali pengiriman. Namun mereka mengaku baru menerima uang muka senilai Rp 15 juta.

Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan mengatakan tiga orang tersebut memiliki peran masing-masing.

Tersangka A bertugas untuk menghubungi bandar di Malaysia. Lalu tersangka S bertugas menjemput sabu di perairan Malaysia dengan mengemudi speedboat.

Baca juga: 33 Kg Sabu Asal Malaysia Dipesan Orang Palembang, Kurir Diupah Rp 30 Juta Per Kg

Sehari-hari, S adalah nelayan yang tinggal di Pulau Belakangpadang.

Sementara tersangka I bertugas menyediakan speedboat yang dikemudikan S untuk menjemput sabu di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Richard mengatakan, jika transaksi yang dilakukan ketiganya ini berhasil, maka upah yang didapat mencapai Rp 1,1 miliar.

Baca juga: Bandelnya Eks Napi Asimilasi, Tak Kapok Masuk penjara Lagi gara-gara Jual Sabu

"Dan tersangka inisial S sebagai pengemudi speedboat untuk menjemput sabu di perairan Malaysia, dan tersangka S ini merupakan warga Belakangpadang yang kesehariannya sebagai nelayan,” kata Richard.

Sebelum ditangkap, petugas sempat mengejar tersangka di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun speedboat tersangka tenggelam karena hilang kendali.

“Saat dilakukan penghadangan, petugas sempat kejar-kejaran hingga akhirnya speedboat tersangka tenggelam lantaran hilang kendali," jelas Richard di gedung BNNP Kepri, Rabu (11/11/2020) sore.

Baca juga: 4 Fakta Penyelundupan 50 Kg Sabu dari Malaysia, Senilai Rp 100 M hingga Pelaku Lompat ke Sungai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Regional
SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

Regional
48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

Regional
Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Regional
Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X