Tak Sembuh Berobat ke Dokter dan Ratusan Orang Pintar, Hartono Lumpuh dan Tak Bicara 35 Tahun

Kompas.com - 12/11/2020, 12:18 WIB
Alami demam tinggi dan kejang kejang saat berusia 2 bulan, Hartono mengalami lumpuh dan hany abis aterbaring diatas kasur selama hidupnya. KOMPAS.COM/SUKOCOAlami demam tinggi dan kejang kejang saat berusia 2 bulan, Hartono mengalami lumpuh dan hany abis aterbaring diatas kasur selama hidupnya.

KOMPAS.com - Sudah 35 tahun Hartono, warga Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur lumpuh dan tak bisa bicara.

Meski sudah berobat ke dokter dan mendatangi banyak orang pintar, sakit yang diderita Hartono tak kunjung sembuh.

“Sudah puluhan kali dokter, mungkin ratusan kali ke orang pintar, tapi tidak pernah sembuh,” ujar ibu Hartono, Waginem (65), sambil menyuapi Hartono di rumahnya, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Kisah Bocah 5 Tahun Terus Sebut Nama Pembunuh Ibunya, Trauma hingga Kerap Demam

Sejak usia dua bulan

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Waginem teringat anaknya pertama kali mengalami gejala sakit sejak bayi usia dua bulan.

"Pertama panas tinggi, kemudian kejang-kejang sambil giginya itu kerot (giginya beradu) saat berusia 2 bulan," ujarnya.

Namun pada usia 2 tahun, kondisinya membaik dan mulai diajari berjalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badannya ditali oleh bapak ibunya kemudian ditarik dan ditahan agar Hartono tidak jatuh.

Hartono bahkan senang diajari berjalan oleh kedua orangtuanya.

”Pokoknya kalau tidak ditetah (diajari berjalan) pasti menangis. Tapi ya itu, kakinya tetap lemas,” kata sang ibu mengenang.

Baca juga: Derita Orangtua yang Kehilangan 3 Anak Mereka Secara Misterius: Kami Cari dari Pagi sampai Malam

 

Ilustrasishutterstock Ilustrasi
Kerot tak sembuh

Setelah usia 6 tahun, Hartono tak mau lagi latihan berjalan.

Dia pun terus berbaring di kasur hingga usia 35 tahun.

Kakinya sebenarnya masih bisa bergerak, tapi dia tidak bisa menggeser badannya.

Sementara siku tangannya terus menekuk kaku. Hanya jarinya yang bisa bergerak.

“Tahunya ya hanya sarafnya yang kena. Nama penyakitnya tahu saya ya saraf,” imbuh dia.

Sejak bayi hingga sekarang pun kebiasaan kerotnya tidak pernah hilang.

Bahkan dia pernah mengalami kerot dan kejang yang hebat sampai terjatuh dari kasurnya.

Baca juga: Demam dan “Kerot” Saat Usia 2 Bulan, Pria Ini 35 Tahun Hanya Terbaring di Kasur

Komunikasi lewat anggukan

Hartono sejak kecil hanya bisa bersuara seperti melenguh.

Dia hanya bisa berkomunikasi dengan cara mengangguk.

“Tidak pernah bisa bicara. Kalau minta makan atau buang air besar mengangguk, baru saya tahu dia minta apa,” ucap dia.

Lewat anggukan itu pula Hartono memberi isyarat dirinya ingin sembuh.

Setiap muncul iklan obat di radio, Hartono selalu menganggukkan kepalanya.

“Dia minta obat yang diiklankan di radio karena terus mengangguk-angguk kalau iklan obat itu diputar," terang Waginem.

Baca juga: Saksikan Ibunya Dibunuh Tetangga, Bocah 5 Tahun Demam Tinggi dan Trauma

Ilustrasi sayur dan buah. Semua bagian sayur dan buah bisa diolah secara maksimal. SHUTTERSTOCK/FOLLOWTHEFLOW Ilustrasi sayur dan buah. Semua bagian sayur dan buah bisa diolah secara maksimal.

Bekerja jualan sayur

Waginem sebelumnya merupakan penjual sayur keliling.

Semenjak anaknya sakit, Waginem hanya berjualan di rumah.

Tabungan Waginem dan suami pun ludes untuk biaya pengobatan anaknya.

“Bapaknya hanya petani, jadi semua tabungan dari jualan habis untuk pengobatan,” kata dia.

Waginem mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Belakangan, jumlah bantuan berkurang menjadi Rp 200 ribu.

Namun untuk pengobatan, dia cukup datang ke Puskesmas agar memperoleh obat gratis.

Baca juga: Bapak Kapolri, Bapak Presiden, Sekolah Kami Dirusak Oknum Tak Bertanggung Jawab

Sabar dan pasrah

Waginem mengaku hanya bisa sabar dan pasrah kepada Tuhan atas penyakit yang menimpa anaknya.

Namun dia berharap agar kerot anaknya sembuh sehingga tidak mengalami kesakitan lagi.

"Kasihan kalau dengan gigi beradu itu pasti sakit. Tapi, mau bagaimana, saya hanya bisa bersabar dan pasrah,” pungkas dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Magetan, Sukoco | Editor: Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.