Protokol Kesehatan di TPS, Pemilih Tidak Celupkan Jari ke Tinta Usai Memilih, tapi Ditetesi

Kompas.com - 12/11/2020, 09:08 WIB
Ilustrasi Pemilu. SERAMBI/M ANSHARIlustrasi Pemilu.

KARAWANG, KOMPAS.com - Untuk menjaga protokol kesehatan petugas dan pemilih saat pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Karawang 2020, sejumlah hal baru dilakukan. Yakni tes cepat ke semua petugas serta soal tinta pemilu. 

Sebanyak 42.000 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) bakal dites cepat Covid-19. KPU Karawang mengklaim juga bakal menerapkan protokol kesehatan di setiap setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua KPU Karawang Miftah Farid menyebut tes cepat bagi seluruh petugas di TPS dilakukan bertujuan menghilangkan kekhawatiran masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Seluruh petugas di TPS sejumlah hampir 42.000 akan kami fasilitasi rapid test," ujar Farid usai penandatanganan MOU di Kantor Kejaksaan Negeri Karawang, Rabu (11/12/2020).

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Debat Publik Pilkada Karawang 2020

Farid mengatakan, teknis pelaksanaan tes cepat bagi petugas KPPS ini diserahkan kepada RSKP Karawang.

Jika kemudian hasil tes petugas KPPS reaktif, maka akan langsung dilakukan tes usap di Rumah Sakit Khusus Paru Karawang.

Jika hasilnya positif akan dirawat, sementra jika negatif kembali le rumah masing-masing. Petugas yang hasil tes reaktif maupun yang swab positif Covid-19 bakal digantikan oleh petugas yang sehat.

"Kami pastikan pada saat 9 Desember nanti seluruh petugas TPS dengan keadaan sehat atau non reaktif," ucapnya.

Baca juga: KPU Tetapkan DPT Pilkada Karawang 2020 Sebanyak 1.643.490 Pemilih

Pemilih tidak lagi mencelupkan jari

Selain itu, kata dia, protokol kesehatan juga bakal diterapkan di setiap TPS, baik bagi petugas KPPS maupun pemilih. Pemilih juga akan diberi sepasang sarung tangan untuk meminimalisir sentuhan yang bisa menularkan Covid-19. Tinta pemilu pun tak lagi dicelup melainkan ditetes.

"Ini perlu disampaikan agar pada saat 9 Desember 2020 nanti tidak ada lagi kekawatiran atau ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS," ungkap Farid.

Direktur RSKP Karawang Annisa mengungkapkan rapid test bagi petugas KPPS bakal dimulai 7 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

Soal teknisnya Annisa juga akan rapatkan dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

"Kami juga akan meminta data by name by address kepada KPU Karawang untuk memastikan hadir atau tidaknya. Sehingga pada tanggal 9 (Desember 2020) sudah semua terperiksa," ucap Annisa.

Kepala Kejaksaaan Negeri Karawang Rohayatie mengungkapkan, MoU dengan KPU Karawang dan RSKP terkait tes cepat dilakukan sebagai pendampingan, dimana Kejaksaan bertindak sebagai pengacara negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X