Kompas.com - 11/11/2020, 16:46 WIB
Polisi mengamankan petugas Satgas Covid-19 abal-abal diduga melakukan tindak pidana pencurian perhiasan emas di Boyolali, Jawa Tengah. IstimewaPolisi mengamankan petugas Satgas Covid-19 abal-abal diduga melakukan tindak pidana pencurian perhiasan emas di Boyolali, Jawa Tengah.

 

BOYOLALI, KOMPAS.com - Petugas Satgas Penanganan Covid-19 abal-abal diamankan polisi diduga mencuri perhiasan emas milik seorang nenek berusia 60 tahun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pelaku bernama Sudarto (43) diamankan di rumahnya di Jalan Dr Ismail, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah.

Waka Polres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani mengatakan, dugaan tindak pidana pencurian terjadi bermula pelaku mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian pada Kamis (5/11/2020). Pelaku melihat korban dan mendatanginya.

Baca juga: Pria Pengangguran Ini Curi Popok Rp 18.000 untuk Bayinya

Di hadapan korban, pelaku menawarkan bantuan dari pemerintah dampak pandemi Covid-19.

Pelaku kemudian mengajak korban untuk menerima bantuan itu dengan syarat melapaskan perhiasan yang dipakai korban.

Korban menuruti permintaan pelaku dengan melepas semua perhiasan yang dia pakai.  Perhiasan itu ada kalung dan cincin. Korban kemudian menaruh semua perhiasan itu di dalam jaket rumahnya.

"Korban kemudian dibawa tersangka keluar waktunya sekitar 10 menit dari rumah (korban). Korban ditinggal pelaku di jalan dengan alasan akan menjemput orang lain yang menerima bantuan," kata Ferdy di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/11/2020).

Pelaku kemudian kembali lagi ke rumah korban untuk mengambil perhiasan emas korban yang disimpan di dalam jaket tersebut.

"Pada kesempatan itu tersangka ini mengambil emas berupa cincin dan kalung dilepaskan oleh korban. Tersangka melihat lokasi korban menaruh cincin dan kalung," kata dia.

Baca juga: Curi Mobil dari Showroom Sang Ayah dan Digadaikan Rp 20 Juta, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Setelah berhasil mengambil seluruh perhiasan emas korban, kata dia, pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban yang dijanjikan akan mendapatkan bantuan tersebut.

"Tersangka ini mengaku sebagai petugas Satgas Covid-19. Untuk meyakinkan korban, tersangka memakai pakaian layaknya petugas Covid-19," terang dia.

Menurut Ferdy perhiasan emas hasil curian itu sudah dijual pelaku sebesar Rp 1,5 juta. Perhiasan emas itu dijual pelaku kepada tukang patri emas di Pasar Ungaran.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti kejahatan yang dilakukan pelaku, berupa pelat nomor palsu, sepatu dinas, masker berlogo, jaket dan celana standar dinas Polri.

Pelaku dijerat Pasla 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X