Pelaku Usaha di Palu yang Abai Protokol Kesehatan Disanksi Beri Makan Anak Yatim

Kompas.com - 11/11/2020, 13:59 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

PALU, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, punya cara tersendiri untuk menghukum pelaku usaha yang masih abai dengan protokol kesehatan.

Pemilik kafe atau warung kopi yang tidak menjaga jarak dan membatasi jumlah pengunjung bakal dihukum memberi makan anak yatim di Kota Palu.

"Sanksi sosialnya mereka memberikan makan anak yatim atau tiga sampai lima hari kita tutup tempat usahanya," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Trisno Yunianto, saat dihubungi, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: DPO Teroris Terlihat di Palu, Polisi Sisir Rumah Warga

Jika setelah diberi sanksi tersebut pemilik kafe atau warung kopi masih membandel, Trisno menyatakan izin usahanya akan dicabut.

"Terpaksa kita cabut izin usahanya sesuai dengan Perwali Nomor 19, Tahun 2020 tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19," kata Trisno.

Saat ini, Trisno menilai, masih banyak kafe dan warung kopi di Palu yang abai protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Dalam dua kali operasi yustisi yang dilakukan Satpol PP Palu malah ada kenaikan jumlah pelaku usaha tidak patuh aturan selama wabah.

Baca juga: Polisi Buru DPO MIT di Palu, Warga Diminta Tenang

Saat operasi yustisi pertama berlangsung tercatat ada 35 pelaku usaha yang melanggar aturan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X