Warga Heboh, Belasan Batu Nisan Dicabut dan Berserakan di Pemakaman

Kompas.com - 10/11/2020, 14:51 WIB
Ilustrasi kuburan. PIXABAYIlustrasi kuburan.

MARABAHAN, KOMPAS.com - Warga Desa Kolam Kiri, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan ( Kalsel) dihebohkan adanya pencabutan batu nisan di kompleks pemakaman warga desa.

Batu nisan diduga sengaja dicabut dari makam dan dibiarkan berserakan di areal pemakaman.

Kepala Desa Kolam Kiri, Budi Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan, dicabutnya belasan batu nisan itu pertama kali diketahui pada Senin (9/11/2020) siang oleh warga yang ingin berziarah.

"Memang sempat membuat warga heboh karena sebelumnya kondisi makam semuanya normal saja. Pas kemarin, batu nisan sudah tercabut dan dibiarkan berserakan begitu saja," ujar Budi Sampurno saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Remaja Injak Makam dan Coba Cabut Nisan di TMP, LVRI: Tangkap Saja, Jangan Seenaknya

Mengetahui adanya belasan makam yang batu nisannya dicabut, Budi bersama warga desa kemudian mencari tahu siapa pelakunya.

Apalagi sempat beredar desas desus jika pelakunya sengaja mencabut batu nisan untuk kepentingan mencari ilmu hitam.

"Kita laporkan ke pihak kepolisian dan kita berusaha mencari tahu siapa orang yang mencabut batu-batu nisan itu," jelasnya.

Setelah ditelusuri selama beberapa jam, pelaku akhirnya diketahui.

Pelaku ternyata warga desa setempat yang diduga mengidap gangguan jiwa.

Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku tetap diperiksa petugas dari Polres Barito Kuala.

Baca juga: Pasangan Paruh Baya Tepergok Mesum di Kuburan, Mengaku Tak Punya Uang Sewa Hotel

Tetapi, untuk memastikan apakah pelaku benar mengidap gangguan jiwa, maka pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum untuk menjalani pemeriksaan.

"Untuk vonis apakah dia gila atau tidak, masih menunggu dari pihak rumah sakit, tapi dari pengakuan keluarganya dia pernah lakukan percobaan bunuh diri," kata Budi.

Setelah pelaku pencabut batu nisan sudah diproses, warga langsung memperbaiki kondisi makam keluarga masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X