13 Obyek Wisata Sekitar Gunung Merapi Ditutup

Kompas.com - 10/11/2020, 09:42 WIB
Lanskap Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten, Boyolali, Jawa Tengah, yang berada di lereng Gunung Merapi, Senin (9/11/2020). Dukuh Stabelan berjarak sekitar 3,5 km dari Gunung Merapi. Kelompok rentan dan balita di Tlogolele mulai dievakuasi ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Desa Tlogolele seiring meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLanskap Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten, Boyolali, Jawa Tengah, yang berada di lereng Gunung Merapi, Senin (9/11/2020). Dukuh Stabelan berjarak sekitar 3,5 km dari Gunung Merapi. Kelompok rentan dan balita di Tlogolele mulai dievakuasi ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Desa Tlogolele seiring meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 13 obyek wisata di kawasan rawan bencana (KRB) III, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditutup sementara menyusul peningkatan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga.

Obyek wisata yang dimaksud di antaranya adalah Ketep Pass, Air Terjun Kedung Kayang, Grojokan Kapuhan, Jembatan Jokowi, Desa Wisata Sumber, Agro Wisata Salak Nglumut, Desa Wisata Ngargosuko, Desa Wisata Ketep dan lainnya.

“Pariwisata di KRB III ini juga harus dihentikan. KRB III berada di radius sekitar 0-10 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Jadi termasuk di antaranya Ketep Pass di Kecamatan Sawangan," jelas Bupati Magelang Zaenal Arifin, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Jalur Evakuasi Merapi di Magelang Rusak akibat Dilalui Truk Pengangkut Pasir

Menurut Zaenal, langkah ini perlu dilakukan mengingat potensi bahaya yang bisa timbul dari peningkatan aktivitas vulkanik Merapi.

“Kenapa harus ditutup, KRB III dengan radius 0-10 kilometer, seandainya Merapi setiap saat mengalami gejolak dan sebagainya, mereka belum tentu siap dengan mitigasi bencananya,” ujarnya.  

Pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penutupan ini diterapkan.

Ia masih menunggu rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait perkembangan Merapi.

Baca juga: PMI Solo Siap Berangkatkan Relawan Kemanusiaan Jika Gunung Merapi Erupsi

"Waktu penutupan akan menunggu rekomendasi kembali dari BPPTKG. Kita enggak akan pernah tahu status ini, akan sampai kapan. Kalau ada perubahan-perubahan ya kita sesuai dengan rekomendasi itu,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X