Kisah Heroik Mayor Abdurahman, Pejuang Sumedang Calon Pahlawan Nasional

Kompas.com - 10/11/2020, 08:18 WIB
Petugas dari Kepolisian Resor Sumedang memasang marka jalan di seputar Jalan Mayor Abdurahman, Sumedang, Jawa Barat, Senin (29/7/2013). Pemasangan ini untuk memberikan tanda batas jalan karena daerah ini merupakan kawasan padat saat arus mudik berlangsung. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Petugas dari Kepolisian Resor Sumedang memasang marka jalan di seputar Jalan Mayor Abdurahman, Sumedang, Jawa Barat, Senin (29/7/2013). Pemasangan ini untuk memberikan tanda batas jalan karena daerah ini merupakan kawasan padat saat arus mudik berlangsung.

SUMEDANG, KOMPAS.com - 10 November di Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Meski pemerintah tidak meliburkan tanggal 10 November sebagai hari libur nasional, namun Hari Pahlawan dijadikan sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan agar generasi muda Indonesia tidak melupakan sejarah masa lalu bangsanya.

Sebagai wujud penghargaan negara kepada jasa para pahlawan, pemerintah juga menobatkan nama-nama yang dianggap berandil besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sendiri terdapat makam pahlawan asal Aceh, Cut Nyak Dien.

Cut Nyak Dien diasingkan pemerintah Hindia Belanda dari tanah kelahirannya, Aceh ke Sumedang hingga wafat di Sumedang pada 6 November 1908.

Selain Cut Nyak Dien, sejumlah nama pejuang kemerdekaan asli asal Kabupaten Sumedang belum ada satu pun yang meraih gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Baca juga: Hari Pahlawan 2020, Ini Profil Enam Tokoh Pahlawan Nasional Baru

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pangeran Mekah dan Pangeran Kornel

Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Tatang Sobana mengatakan, sebelumnya Pemkab Sumedang telah mengusulkan dua nama pejuang asal Sumedang untuk dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Kedua nama tersebut yaitu Pangeran Mekah atau bernama asli Pangeran Aria Soeriaatmadja dan Pangeran Kornel.

Kedua nama ini telah diusulkan Pemkab Sumedang karena dianggap berjasa melawan penjajah Belanda pada masanya.

Namun, hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menobatkan keduanya sebagai pahlawan nasional.

Budayawan Sumedang yang akrab disapa Apih ini menuturkan, pengusulan kedua nama ini sebagai pahlawan nasional masih dalam kajian pemerintah pusat.

"Sumedang saat ini memang belum mempunyai pejuang yang menjadi pahlawan nasional," ujar Apih kepada Kompas.com di Sumedang, Senin (10/11/2020) sore.

Baca juga: Arnold Mononutu, Tokoh Pergerakan Kemerdekaan dari Minahasa, Jadi Pahlawan Nasional

Kisah perjuangan Mayor Abdurahman

Selain dua nama pejuang ini, kata Apih, ada nama Mayor Abdurahman yang jasanya begitu dikenang masyarakat Sumedang hingga namanya diabadikan menjadi nama jalan di kawasan perkotaan Sumedang.

Apih menuturkan, Mayor Abdurahman gugur di medan perang kala agresi militer yang dilancarkan pemerintah Hindia Belanda, pada 11 April 1949.

Apih menyebutkan, saat agresi militer itu, Mayor Abdurahman gugur saat terjadi pertempuran heroik antara Kompi III Pasukan Pengawal Panglima Siliwangi di bawah Komandan Kapten Eddy Soemadipradja, atau R Achmad Sadeli Soemadipradja, dengan Pasukan Baret Hijau Belanda.

Baca juga: Kisah Heroik Usman Sadar, Pahlawan Asal Gresik yang Coba Meledakkan Tank Penjajah

 

Mayor Abdurahman, kata Apih, yang kala itu menjabat sebagai Komandan Batalyon II/Tarumanegara bertahan dalam kepungan yang rapat di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.

Di mana, kata Apih, Mayor Abdurahman memiliki andil besar dalam mengamankan Panglima Siliwangi yaitu Kolonel Sadikin.

Saat itu, Panglima Siliwangi menjadi target utama dari Pasukan Baret Hijau Belanda yang dikenal bengis terhadap para pejuang Indonesia.

"Tetapi dengan sangat rahasia, dua jam sebelum terjadinya pertempuran, Mayor Abdurrahman, telah terlebih dulu mengamankan Panglima Siliwangi ke wilayah Kecamatan Darmaraja," tutur Apih.

Baca juga: Kala Siswa Beserta Anggota TNI Bersihkan Taman Makam Pahlawan

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X