Kompas.com - 09/11/2020, 22:37 WIB
Sekretaris Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono. KOMPAS.com/LABIB ZAMANISekretaris Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, mengancam sanksi pidana ringan (tipiring) bagi pedagang bermobil yang nekat menggelar lapak dagangan di Alun-alun Utara Solo.

Mereka dilarang berjualan di kawasan tersebut karena berdampak terhadap omzet pedagang di Pasar Klewer.

Mereka juga dinilai melanggar Perda No 3 Tahun 2008 tentang Pengelolaan PKL dan Perda No 1 Tahun 2010 tentang Pasar Tradisional.

Perda itu mengatur sanksi pidana ringan bagi pedagang yang terbukti berjualan di luar pasar.

"Manakala masih ada pelanggaran, ada buktinya kita tangkap kemudian kita buat berita acara penyidikan sampai dinaikkan ke pengadilan (untuk tipiring)," terang Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo Didik Anggono kepada Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: PMI Solo Siap Berangkatkan Relawan Kemanusiaan Jika Gunung Merapi Erupsi

Didik mengatakan, akan melaksanakan patroli rutin setiap Senin dan Kamis guna pengawasan agar pedagang bermobil ini tidak melakukan aktivitas berjualan, namun hanya menyuplai barang pesanan kepada pedagang di Pasar Klewer.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI/Polri, Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Perhubungan (Dishub) dan lain sebagainya untuk menyelesaikan permasalahan pedagang bermobil.

"Pengawasan, pengamanan terkait dengan bagaimanan mobil yang datang itu hanya parkir dan mengeluarkan barang hanya untuk setor kios yang sudah beli di tempat mereka. Jadi, mereka mengeluarkan barang hanya untuk mengantar pesanan sudah selesai. Manakala mereka itu membuka menjual (pakaian) ke tempat parkir itu yang tidak benar," kata Didik.

Baca juga: Istri dan Anak Pasien Covid-19 yang Kabur dari RS di Solo Selesai Karantina

Dikatakan Didik, pedagang bermobil yang membuka lapak dagangan di Alun-alun Utara berasal dari luar Solo. Jumlah mereka ada ratusan.

Mereka ada yang berjualan di Alun-alun Utara, parkir luar Pasar Cinderamata, parkir dalam Pasar Cinderamata, parkie utara Masjid Agung, parkir sisi selatan Masjid Agung, parkir timur Alun-alun utara, dan lainnya.

Mereka tiba di Solo sekitar pukul 03.00 WIB. Satu mobil yang mereka kendarai disewa oleh beberapa orang.

"Barang di mobil itu miliknya lebih dari satu orang. Mereka awalnya penyetor barang di Pasar Klewer. Tetapi karena tidak komitmennya pembeli (mungkin pembayaran tempo), akhirnya tetap sambil bawa ke Solo kemudian mereka menawarkan (barang) sambil nagih uang yang mereka setorkan," ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menambahkan, pedagang bermobil tidak boleh berjualan di sekitar kawasan Alun-alun Utara dan tempat lainnya di Solo.

"Kita melarang pedagang bermobil berdagang di Alun-alun Utara. Nekat langsung dirazia," terang Rudy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X