Istri dan Anak Pasien Covid-19 yang Kabur dari RS di Solo Selesai Karantina

Kompas.com - 09/11/2020, 19:25 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

SOLO, KOMPAS.com - Istri dan anak dari pasien positif Covid-19 yang melarikan diri dari rumah sakit di Solo dipastikan selesai menjalani karantina mandiri pada Rabu (11/11/2020).

Diketahui, mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona tiga hari setelah pasien berusia 41 tahun asal Kecamatan Jebres itu melarikan diri.

Selama menjalani karantina mandiri, semua kebutuhan mereka sehari-hari dipenuhi oleh relawan Jogo Tonggo.

"Tanggal 11 November 2020 mereka selesai karantina mandiri," kata Camat Jebres, Sulistiarini dihubungi Kompas.com via pesan WhatsApp, Senin (9/11/2020) malam.

Baca juga: Tak Ada Kegiatan Berpotensi Keramaian Selama Pandemi, 10 Desa Ini Masih Bebas dari Covid-19

Dengan selesainya masa karantina, maka dipastikan istri dan anak dari pasien melarikan diri dari rumah sakit itu negatif Covid-19.

Mereka nanti juga akan mendapat surat keterangan sehat dan selesai menjalani masa karantina dari Puskesmas setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau karantina mandiri selesai nanti mendapat suket sehat dan selesai masa karantina mandiri dari Puskesmas," kata Sulis.

Disinggung terkait keberadaan pasien yang melarikan diri itu, Sulis mengatakan masih terus mencari informasi keberadaannya.

Sulis juga meminta keluarga aktif melapor kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 seandainya pasien yang kabur pulang ke rumah.

Baca juga: Kisah Dokter Farhaan, Usia 60 Tahun Bisa Sembuh dari Corona, Terpapar Setelah Tes Swab 6.000 Orang

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan, istri dan anak pasien positif Covid-19 yang melarikan diri diketahui positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

Mereka menjalani pemeriksaan swab pada Rabu (28/10/2020). Kemudian hasilnya keluar diketahui positif tertular Covid-19, Jumat (30/11/2020).

Lantaran tidak mengalami gejala atau OTG, mereka disarankan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X