Kisah Sugiyem, 2 Tahun Disiksa Majikan di Singapura hingga Buta dan Tuli

Kompas.com - 09/11/2020, 15:40 WIB
Sugiyem (49) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura saat ditemui di rumahnya di Dukuh Ledok, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dalam kondisi buta, tuli dan penuh luka akibat dihajar majikannya, Senin (9/11/2020). DOKUMEN DISNAKER PATISugiyem (49) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura saat ditemui di rumahnya di Dukuh Ledok, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dalam kondisi buta, tuli dan penuh luka akibat dihajar majikannya, Senin (9/11/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib tragis dialami Sugiyem (49), warga Dukuh Ledok, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pasalnya, setelah bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura bukannya uang yang didapat, tapi justru pulang dengan kondisi yang memprihatinkan.

Selain bekas luka di sekujur tubuh, akibat penyiksaan yang dilakukan majikannya itu ia juga mengalami buta dan tuli.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati, Tri Haryama mengatakan, Sugiyem berangkat ke Singapura untuk menjadi TKW sudah sejak 2015 lalu.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Sugiyem saat itu berangkat melalui Batam dengan menggunakan proses direct hiring.

Direct hiring adalah sebuah jalur untuk mempermudah pekerja sektor informal kembali bekerja tanpa melalui agensi maupun jasa PPTKIS di Indonesia.

Baca juga: 2 Tahun Disiksa Majikan di Singapura, Sugiyem Penuh Luka dan Buta Saat Dipulangkan

Namun demikian, selama dua tahun terakhir ini ia mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari majikannya yang kedua.

"Pada 2017, KBRI Singapura sudah memberikan kartu pekerja Indonesia Singapura kepada Sugiyem supaya suatu saat jika ada permasalahan bisa melapor. Namun pada 23 Oktober lalu Sugiyem dikembalikan dalam keadaan penuh luka di sekujur tubuhnya dan bahkan buta tidak bisa melihat serta tuli," kata Tri Haryama, Senin (9/11/2020).

Selama mendapat penyiksaan itu, Sugiyem, lanjut Tri, tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, ponselnya juga disita oleh majikannya.

Sehingga pihak keluarga di kampung halaman juga kesulitan untuk dapat mengetahui keadaannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Regional
Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Regional
Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Regional
Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Regional
[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

Regional
Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X