Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Santri Positif Covid-19 dan Sembuh, Ponpes Sediakan Ruang Kunjungan Orangtua Dibatasi Kaca

Kompas.com - 09/11/2020, 12:16 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Khairina

Tim Redaksi

CILACAP, KOMPAS.com - Sebanyak 497 santri Pondok Pesantren (Ponpes) El Bayan, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19).

Protokol kesehatan di ponpes pun kini diperketat untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa.

Ketua Ponpes El Bayan, Gus Firdaus Subky menuturkan, Covid-19 di ponpes teridentifikasi kali pertama pada akhir September 2020 lalu.

Awalnya, sejumlah santri mengalami gejala demam dan kehilangan indra penciuman. Sementara sebagian lainnya memgalami batuk ringan.

Baca juga: Kontak dengan Tetangga yang Sering ke Luar Kota, Perempuan Ini Positif Covid-19

Adanya fenomena yang tidak lazim itu, pengasuh ponpes segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan (Dinkes) untuk melakukan swab.

Firdaus mengaku penanganan Covid-19 di lingkungan ponpes bukan hal yang mudah. Pasalnya virus tersebut menginveksi ratusan santri dalam waktu yang hampir bersamaan.

Namun berkat penanganan yang cepat, hari demi hari santri dinyatakan sembuh terus bertambah.

Meski seluruh santri telah dinyatakan sembuh, protokol kesehatan di lingkungan ponpes kini diperketat.

Pengelola ponpes menyediakan masker, tempat cuci tangan, dan rutin mendisinfeksi ruangan serta lingkungan ponpes.

"Seluruh kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Sebelumnya kami sudah menerapkan protokol, tapi sekarang lebih diperketat lagi," kata Firdaus melalui keterangan tertulis yang dikutip, Senin (9/11/2020).

Setiap hari santri juga dijadwalkan berolahraga dan berjemur di bawah matahari pagi. Makanan santri juga diberi tambahan gizi dan nutrisi agar daya tahan tubuh lebih kuat.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan, protokol kesehatan ketat juga diberlakukan bagi orang luar yang datang ke ponpes. Kunjungan dibatasi khusus untuk orangtua atau wali santri.

Ponpes telah menyediakan ruangan khusus untuk kunjungan orang tua santri. Ruangan tersebut dibatasi dengan kaca.

Dengan begitu, menurut Firdaus, santri tetap dapat berinteraksi dengan orangtuanya, namun tidak berkontak secara fisik.

"Kasihan santri kalau tidak bertemu dengan orangtuanya. Tapi protokol pencegahan juga harus diterapkan. Santri putra dan putri masing-masing ada fasilitas terpisah. Dijadwal dan tidak boleh berinteraksi langsung," jelas Firdaus.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com