Mengenal Batik Corona Khas Jambi, Ide Perajin Muncul dari Berita Covid-19

Kompas.com - 09/11/2020, 06:06 WIB
Zainul Bahri memperlihatkan tiga motif batik yang digambarnya ketika masa corona, pada Rabu (22/7). KOMPAS.COM/ Jaka HBZainul Bahri memperlihatkan tiga motif batik yang digambarnya ketika masa corona, pada Rabu (22/7).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Zainul Bahri (60) perajin batik Jambi membuat batik corona. Ide tersebut muncul saat ia melihat berita soal Covid-19.

Ia bercerita, di berita tersebut ada seorang narasumber yang memperlihatkan gambar-gambar virus corona mulai dari bentuk luar hingga saat virus dibelah dan memiliki inti.

Informasi tersebut mejadi bahan renungannya saat malam.

Baca juga: Batik Corona Khas Jambi, Ide Kreatif Zainul Bahri Saat Usahanya Tutup gegara Pandemi

Di saat bersamaan rumah tenun yang dikelolanya juga harus tutup karena pandemi Covid-19 sejak Maret hingga April 2020.

Zainul kemudian corat-coret dan hasilnya ada tiga motif batik yang terinspirasi dari virus corona yakni ilustrasi bunga duren, bunga kacapiring dan luk paku, serta bunga kemuning.

“Ada motif corona dengan ilustrasi bunga duren. Kemudian motif corona bunga kacapiring dan luk paku. Terakhir motif bunga kemuning,” katanya ditemui di rumah tenun miliknya beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak disangka, batik coronanya pun diminati masyarakat.

Baca juga: Kisah Andri, Makin Kreatif di Tengah Pandemi, 1 Bulan Ciptakan 500 Motif Batik

“Bahkan sudah ada yang jadi batiknya dan langsung dibeli,” katanya pada Sabtu (31/10/2020) lalu.

Zainul Bahri adalah perajin batik yang memiliki banyak pengalaman.

Saat menemui Kompas.com di Rumah Tenun Jambi yang ia kelola, Zainul mengenakan kain tenun dan lacak serba merah.

Sementara itu terdengar suara alat tenun dan suara beberapa perempuan yang sedang membatik di rumah tenun tersebut.

Baca juga: Mengenal Motif Batik Megamendung yang Ada di Masker PM Jepang

Batik sebagai penanda zaman

Pria kelahiran 27 Mei 1960 itu bercerita jika batik corona ciptaannya diberi warna yang lekat dengan batik klasik Jambi. Seperti warna merah, hitam, kuning, dan coklat,

Ia mengatakan batik bukan hanya sekedar karya untuk dijual namun adalah sebagai penanda zaman.

“Setiap motif batik bisa jadi penanda zaman,” kata Zainul.

Baca juga: Bertemu Jokowi, PM Jepang Pakai Masker Motif Batik Megamendung

Tak hanya corona, ia juga menceritakan ada batik yang terinspirasi dari kapal Belanda yang tenggelam.

“Seperti batik kapal pecah, itu kan ada ceritanya kapal Belanda yang tenggelam saat perang,” katanya.

Dengan adanya motif batik Covid-19, Zainul berharap batik Jambi lebih dikenal lagi..

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.