Data Terkini BPBD Magelang, 795 Warga Lereng Merapi Mengungsi, Tersebar di 9 Titik

Kompas.com - 08/11/2020, 21:23 WIB
Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/10/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) dengan potensi letusan eksplosif dan awan panas sejauh lima kilometer. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHKubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/10/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) dengan potensi letusan eksplosif dan awan panas sejauh lima kilometer.

MAGELANG, KOMPAS.com - Jumlah pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mencapai 795 jiwa.

Angka ini berdasarkan data terkini Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Magelang per Minggu (8/11/2020) pukul 18.00 WIB.

Mereka tersebar di 9 titik Tempat Evakuasi Akhir (TEA), di Desa Banyurojo, Desa Deyangan, Desa Mertoyudan, Desa Tamanagung (4 titik) dan Desa Ngrajek (2 titik).

Baca juga: Dari Zona Hijau, Warga Lereng Merapi yang Dievakuasi Tak Di-rapid Test

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memaparkan, para pengungsi berasal dari empat desa di Kecamatan Dukun, yang terdekat dari puncak Gunung Merapi.

Sebanyak tiga desa di antaranya direkomendasikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk dievakuasi. 

Rekomendasi dikeluarkan setelah status vulkanik Gunung Merapi meningkat dari waspada menjadi siaga. 

Edi menyebutkan, TEA yang ditempati berada di desa saudara atau penyangga masing-masing.

Baca juga: Fakta Terkini Gunung Merapi, Warga Rentan Dievakuasi hingga Pesan Juru Kunci

Warga mengungsi karena trauma

 

Pengungsi dari Desa Paten dievakuasi ke TEA Desa Banyurojo dan Desa Mertoyudan berjumlah 421 jiwa.

Kemudian pengungsi dari Desa Krinjing dievakuasi ke TEA Desa Deyangan berjumlah 122 jiwa. Pengungsi dari Desa Ngargomulyo dievakuasi ke Desa Tamanangung berjumlah 120 jiwa.

Sedangkan dari Desa Keningar dievakuasi ke Desa Ngrajek berjumlah 132 jiwa.

Menurut Edi, Desa Keningar diluar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG namun atas dasar rasa takut dan trauma warga akibat kejadian erupsi 2020 maka Pemerintah Desa memfasilitasi evakuasi pengungsian.

Baca juga: Jalur Evakuasi Warga Lereng Merapi di Sleman Rusak

Diutamakan kelompok rentan

"Mereka meminta untuk dievakuasi karena khawatir, trauma erupsi Merapi 2010, maka kita fasilitasi proses evakuasi mulai hari ini," kata Edi, Minggu (8/11/2020).

Untuk sementara warga yang dievakuasi adalah kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, orang sakit dan disabilitas.

Mereka berada di TEA dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, mulai dari wajib di-rapid test, memakai masker dan tinggal di sekat-sekat pembatas antarkeluarga. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X