[POPULER NUSANTARA] 3 Anak di Langkat Hilang Secara Misterius | Gabus Jadi Ikan Hias Seharga Rp 35 Juta

Kompas.com - 08/11/2020, 05:50 WIB
Ilustrasi tanda tanya ThinkstockIlustrasi tanda tanya
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tiga bocah berusia 7 tahun di Langkat, Sumatera Utara hilang secara misterius sejak Minggu (18/10/2020).

Mereka adalah Nizam, Zahra, dan Yogi.

Selama 19 hari sejak sang anak dinyatakan hilang, orang tua mereka terus mencari dari pagi hingga malam hari.

Sementara itu di Denpasar, Bali harga ikan gabus (channa) yang dikenal sebagai ikan konsumi, kini mulai digemari sebagai ikan hias.

Harganya ikan gabus akhirnya ikut melambung seiring dengan banyaknya pehobi yang memeliharanya. Bahkan satu ikan gabus dari India dihargai Rp 35 juta per ekor.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca Kompas.com dan berikut dua berita populer nusantara selengkapnya.

1. Tiga anak di Langkat hilang misterius

Ilustrasi tanda tanyaShutterstock Ilustrasi tanda tanya
Tiga anak di Langkat, Sumatera Utara bernama Nizam, Zahra, dan Yogi dinyatakan hilang sejak Minggu (18/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama 19 hari dinyatakan hilang, orang tua tiga bocah tersebut terus mencari keberadaan anaknya.

Para orang tua tersebut menyusuri parit hingga berjalan berkilo-kilo meter.

"Kemana-mana sudah dicari. Semua kerja keras, keluarga, Polres Langkat dan Polsek Salapian, warga, relawan terus mencari dari pagi sampai malam," kata Alamsyah Saputra (41) orang tua Zahra.

Tak hanya itu, pekerjaan Alamsyah juga terbengkalai karena tenaga dan waktunya tercurah untuk mencari anak bungsunta.

"Saya pun tak tahu bagaimana. Tidak ada penghasilan, tapi ada orang-orang yang berbaik hati datang memberi sesuatu untuk beli beras dan segala macam," kata dia.

Di hari Zahra menghilang, menurut Alamsyah, anaknya sempat pulang ke rumah untuk meletakkan ponsel. Namun bocah perempuan itu kembali pergi kembali.

"Sekitar jam 10, anak saya ini pulang letak HP langsung pergi lagi nengok beko itu," tutur dia.

Baca juga: Derita Orangtua yang Kehilangan 3 Anak Mereka Secara Misterius: Kami Cari dari Pagi sampai Malam

2. Ikan gabus seharga Rp 35 juta

Ikan gabus yang dipamerkan oleh Bali Channa Lover di Bron Cafe, Denpasar, Sabtu (7/11/2020).Kompas.com/ Imam Rosidin Ikan gabus yang dipamerkan oleh Bali Channa Lover di Bron Cafe, Denpasar, Sabtu (7/11/2020).
Ikan gabus (Channa) yang dikenal sebagai ikan konsumsi, belakangan ini harganya semakin melambung karena mulai digemari sebagai ikan hias.

Made Rendra Wisnu, pendiri komunitas Bali Channa Lover (BCL) misalnya, mulai menyukai ikan ini sejak 2018.

Ia menyukai gabus karena tidak terlalu sulit memeliharanya. Ikan gabus ini cukup diberi makan sekali sepekan dengan udang beku hingga jangkrik.

"Dia tak bernapas pakai insang, tapi labirin, mati listrik ndak pusing. Ikan ini bisa tanpa makan dua bulanan. Ditinggal luar kota aman, yang penting ditutup agar tak lompat," katanya di sela-sela pameran ikan gabus di Bronz Cafe, Denpasar, Bali, Sabtu (7/11/2020).

Untuk harganya bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga puluhan juta, tergantung corak dan ukuran.

Wisnu pernah membeli ikan gabus dari India seharga Rp 35 juta. Gabus yang dia beli memiliki sirip seperti kipas, serta berasal dari luar negeri.

Baca juga: Dulu Berakhir di Meja Makan, Kini Gabus Jadi Ikan Hias Seharga Rp 35 Juta

3. Satu keluarga robohkan tembok sekolah

Tangkapan layar video viral aksi pengrusakan terhadap bangunan tembok SD Taruna Islam di Jalan Melur Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu.Dok. Istimewa Tangkapan layar video viral aksi pengrusakan terhadap bangunan tembok SD Taruna Islam di Jalan Melur Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu.
Empat orang yang berasal dari satu keluarga diamankan polisi karena merusak bangunan sekolah dasar (SD) Taruna Islam di Jalan Cemara Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

"Keempat tersangka ini masih satu keluarga. Mereka secara bersama-sama merobohkan bangunan tembok SD Taruna Islam," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (6/11/2020),

Para tersangka ini merobohkan sebagian tembok sekolah dengan menggunakan palu, Sabtu (31/10/2020). Mereka juga menganiaya penjaga sekolah yang melarang tersangka merobohkan tembok.

Mereka merobohkan tembok sekolah karena mengklaim tembok tersebut berdiri di atas tanah milik keluarganya.

Baca juga: Satu Keluarga Ditangkap karena Robohkan Tembok Sekolah

4. Debat Pilkada Solo

Kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) tetap memakai masker saat mengikuti debat Pilkada Surakarta 2020, Jumat (6/11/2020) malam.Istimewa Kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) tetap memakai masker saat mengikuti debat Pilkada Surakarta 2020, Jumat (6/11/2020) malam.
Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Teguh Yuwono menilai debat perdana pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo bagai bumi dan langit.

Teguh menjelaskan, berdasarkan kaca mata komunikasi politik, kedua pasangan calon menyampaikan ide dan gagasan dengan karakter yang berbeda.

Pasangan nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso dinilai menyampaikan ide khas dengan gaya milenial.

Sementara pasangan nomor urut 2, Bagyo Wahono-FX Suparjo menyampaikan program mereka dengan cara konvensional.

"Paslon satu mewakili dari generasi milenial, dengan pengalaman-pengalaman di sektor bisnis. Sedangkan paslon dua adalah orang lama yang berkomunikasi dengan cara-cara konvensional," jelas Teguh kepada Kompas.com, Sabtu (7/11/2020).

Teguh juga menyoroti penguasaan materi kedua paslon. Menurutnya, mereka masih belum spesifik kepada masalah riil yang dihadapi masyarakat Kota Solo.

Baca juga: Pengamat: Debat Pilkada Solo bagai Bumi dan Langit

5. Pratu Firdaus gugur diserang KKB

Ilustrasi senjata api.THINKSTOCK Ilustrasi senjata api.
Pratu Firdaus gugur terkena tembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Jumat (6/11/2020).

Saat penyerangan, satu anggota TNI juga mengalami luka-luka.

Menurut TNI, penyerangan dilakukan saat para anggota sedang patroli di Distrik Titigi.

"Memang benar ada laporan tentang kontak tembak yang mengakibatkan satu anggota TNI dari Yonif 400 Raider meninggal," kata Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan saat dihubungi, dikutip dari Antara.

Pratu Firdaus merupakan anggota Satgas Yonif R 400/BR. Rencananya, jenazah korban akan dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Saat Patroli, Pratu Firdaus Gugur Diserang KKB di Distrik Titigi, Papua

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Imam Rosidin, Idon Tanjung, Riska Farasonalia | Editor: Pythag Kurniati, David Oliver Purba, Dheri Agriesta, Michael Hangga Wismabrata)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X