Fakta Sepeda Legendaris Tarwi Hilang Dicuri, Pernah Digunakan Gowes 1.100 Km Saat Pemilik Berusia 79 Tahun

Kompas.com - 07/11/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi sepeda balap. SHUTTERSTOCKIlustrasi sepeda balap.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sepeda balap merek United Sterling warna oranye milik Tarwi mantan atlet balap sepeda hilang saat diparkir di rumah di Jalan Ngagel, Kebonsari, Surabaya pada Jumat (6/11/2020).

Dari CTTV, pencurian dilakukan oleh seorang remaja sekitar pukul 04.30 WIB.

Sepeda milik Tarwi adalah sepeda yang bersejarah bagi keluarga. Pada tahun 2002, Tarwi menggunakan sepada itu gowes dari Surabaya ke Jakarta

Kala itu Tarwi berangkat dari Surabaya setelah shalat Shubuh. Empat hari kemudian, ia baru mengabari keluarganya jika sudah sampai Jakarta dengan bersepeda.

Baca juga: Sepeda Bersejarah Milik Tarwi Dicuri, Pernah Dipakai Gowes Surabaya-Jakarta Saat Berusia 79 Tahun

Sebelum ke Jakarta, mantan atlet dan pelatih balap sepeda yang populer di era 1970-an itu tak pernah memberitahukan rencana tersebut ke keluarganya.

Pada September 2020, Tarwi yang berusia 79 tahun kembali mengulang capaiannya di kegiatan Tour de Jawa 1.100 Km is Back.

Ia mulai bersepeda dari Universitas Negeri Surabaya, Lidah Wetan ke Jakarta dan menempuh jarak 1.100 Km pada 17-26 September 2020.

Ony Cristiana Dewi, anak dari Tarwi mengatakan jika pihak keluarga sangat menyesalkan pencurian sepeda legendaris itu.

Baca juga: Sepeda Bersejarah yang Dipakai Gowes dari Surabaya ke Jakarta Dicuri, Pelaku Terekam CCTV

Apalagi pada Sabtu (7/11/02020) sepeda tersebut rencananya akan digunakan untuk menjajal Vortual Challange dengan Zwift Indonesia.

Ia bercerita sepeda tersebut diketahui hilang saat sang ayah, Tarwi membuka pintu pagar selepas shalat Shubuh,

"Tadi pagi bapak Tarwi habis sholat subuh, beliau membuka pintu pagar kondisi gembok sudah hilang, tadi malam sekitar jam 21.00 yang mengunci pagar rumah juga bapak sendiri" ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Pencuri Sepeda di Asrama TNI Bandung: Uangnya Buat Main Game Online

Menurut Ony, sepeda oranye merek United Sterling itu sebelumnya sempat ingin dibeli Jakpro untuk dimuseumkan di Jakarta International Velodrome.

Namun karena Tarwi masih menyukainya, tawaran Jakpro selaku pengelola Jakarta International Velodrome untuk sementara ditolaknya.

Jika dirunut ke belakang, ini merupakan kehilangan sepeda yang ke-14 kalinya di rumah yang sama.

Agaknya pencuri yang beraksi paham betul bahwa sepeda adalah benda paling berharga yang mudah dibawa kabur dari rumah yang sudah ditempati Tarwi dan keluarga selama puluhan tahun tersebut.

"Untuk sementara kami sudah melaporkan ke Polsek Wonokromo atas kehilangan sepeda bersejarah tersebut" lanjut Ony.

Baca juga: Komplotan Pencuri Sepeda Ditangkap Saat Mau Jual Curiannya

Peraih pedali emas di Ganefo tahun 1966

 Upacara Pembukaan ( Opening Ceremony ) Ganefo I di Gelora Bung Karno, Senayan tgl 10 November 1963Dok. Kompas Upacara Pembukaan ( Opening Ceremony ) Ganefo I di Gelora Bung Karno, Senayan tgl 10 November 1963
Tarwi adalah peraih medali emas beregu di ajang Games of New Emerging Forces (Ganefo) pada tahun 1966 di Phnom Penh.

Saat itu ia meraih emas bersama teman-teman seperjuangannya seperti Sapari dan Theo Gunawan.

Nama Tarwi tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pria usia 79 tahun yang pernah gowes dari Surabaya ke Jakarta sejauh 1.100 km.

Saat itu Tarwi mengatakan sudah mendapatkan izin dari keluarganya untuk gowes dari Surabaya ke Jakarta untuk mengulang prestasinya.

Baca juga: Terhalang Portal Saat Kabur, Dua Pencuri Sepeda Motor di Serpong Ditangkap

“Justru saya ingin menunjukkan kepada para generasi muda untuk tetap produktif dan tidak menyerah seperti anjuran bapak Presiden Jokowi. Kita harus tetap semangat. Dan khusus bersepeda kali ini saya mendapatkan ijin dari keluarga tetapi harus didampingi selama perjalanan," kata Tarwi dilansir dari Tribunnews.com.

Sementara itu Ony Cristiana Dewi, selaku ketua pelaksana yang juga putri kandung Tarwi mengungkapkan berusaha memberikan yang terbaik untuk ayahanda tercinta.

Baginya sebagai anak dia tak bisa melarang kemauan orang tuanya.

“Justru kalau kita larang saya takutnya bapak justru sakit. Dan selama ini bapak sudah sering bersepeda dari Surabaya ke Malang,” ujarnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Editor: Dheri Agriesta), Tribunjatim.com, Wartakotalive.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X