Bilik Kayu untuk Cegah Covid-19 di Pengungsian Warga Lereng Merapi, Ganjar: Ini The Best!

Kompas.com - 07/11/2020, 14:49 WIB
TEA pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupten Magelang disusun bilik atau sekat untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (6/22/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANATEA pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupten Magelang disusun bilik atau sekat untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (6/22/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi Tempat Evakuasi Akhir (TEA) warga lereng Merapi di Kabupaten Magelang yang disiapkan sesuai protokol kesehatan Covid-19. 

Ganjar menyebutkan, TEA yang dilengkapi bilik atau sekat pemisah antarpengungsi itu merupakan yang terbaik sejauh ini.

"Kenapa saya menuju ke sini, karena ini the best! sampai hari ini belum pernah ada yang membuat seperti ini. Kalau ini bisa dijadikan contoh maka sangat keren," ujar Ganjar saat mengunjungi TEA di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020).

Protokol kesehatan memang diterapkan dengan ketat untuk mengantisipasi munculnya klaster penyebaran Covid-19 di lokasi pengungsian. Pengungsi wajib menjalani tes cepat.

Baca juga: Saya Tegaskan, Pendarahan Itu karena Stroke, Matanya yang Disebut Dicongkel Itu Tidak Benar

Sementara pengungsi yang rentan terhadap penularan virus corona baru dikelompokkan. 

Ganjar sempat berbincang dengan para pengungsi di TEA tersebut. Sebagian besar di antara mereka merupakan lanjut usia (lansia), ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan warga yang sakit.

Ia meminta mereka tetap semangat, menjaga kesehatan dan mematuhi imbauan petugas. 

Ganjar juga meminta warga lain yang masih berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau kawasan yang paling dekat dengan puncak Gunung Merapi, agar tenang sambil menunggu aba-aba dari petugas di lapangan.

Momentum ketika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tilik bayi atau memberi hadiah kepada seorang ibu di tempat pengungsian Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020)KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Momentum ketika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tilik bayi atau memberi hadiah kepada seorang ibu di tempat pengungsian Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020)
Hasil pantauan di wilayah itu, Ganjar menilai warga sudah siap jika dievakuasi kapan pun.

"Kalau memang kondisinya ini masih terkendali tidak apa-apa. Saya melihat tadi yang di daerah Boyolali oke saja tidak ada masalah, selain itu Klaten yang berada di desa terakhir juga semua sudah paham betul. Dia tinggal menunggu diperintahkan mengungsi kapan," jelasnya.

Menurut Ganjar, pengungsi bisa menggunakan sekolah atau tenda lapangan jika TEA itu penuh.

Baca juga: Bilik-bilik Kayu di Pengungsian Warga Lereng Merapi untuk Cegah Penyebaran Covid-19

"Sekolah-sekolah kan tidak dipakai, bisa digunakan untuk pengungsi. Atau siapkan tenda kalau area atau gedungnya terbatas, yang penting dibuat sesuai protokol kesehatan. Minimal dikotaki atau digaris," katanya.

Terdapat empat titik TEA di Kabupaten Magelang, di antaranya di Desa Deyangan, Desa Banyurojo, Desa Mertoyudan, dan Desa Tamanagung. Sebanyak 607 pengungsi tersebar di empat TEA itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X