Pedagang Kue Keliling di Makassar Jadi Korban Pelecehan Seksual Pria Berjaket Ojol

Kompas.com - 06/11/2020, 18:07 WIB
Screen capture detik-detik pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengendara ojek online terhadap penjual kue keliling di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (4/11/2020). Dok IstimewaScreen capture detik-detik pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengendara ojek online terhadap penjual kue keliling di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (4/11/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang wanita yang berprofesi sebagai pedagang kue keliling di Makassar diduga mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria berjaket ojek online.

Tindakan asusila yang terekam kamera CCTV ini beredar luas di media sosial Instagram, Kamis (5/11/2020).

Dalam video berdurasi 18 detik, terlihat pria berjaket ojol yang mengendarai sepeda motor muncul dari arah belakang penjual kue tersebut.

Tiba-tiba pengendara motor tersebut menghampiri penjual kue lalu memegang payudara korban.

Usai melakukan perbuatan bejatnya pelaku langsung tancap gas.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan, peristiwa pelecehan seksual itu terjadi di Jalan Teuku Umar 10 Lorong 7, Kecamatan Tallo, sekitar pukul 06.00 Wita, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Camat dan Lurah Se-Kota Makassar Jalan-jalan ke Bali di Tengah Pandemi Covid-19

Polisi, kata Supriady, sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Korban penjual kue. Belum resmi melapor ke polsek tapi anggota sudah interogasi lewat telepon," ujar Supriady, Jumat (6/11/2020).

Supriady mengatakan, korban untuk sementara tinggal di Kabupaten Maros.

Namun, setiap harinya wanita yang berusia 30 tahun ini rutin menjual kue keliling di wilayah Kecamatan Tallo.

Baca juga: Polda Sulsel Sudah Kantongi Identitas Pelempar Bom Molotov ke Pos Polisi di Makassar

Dari hasil interogasi awal, korban mengaku payudaranya dipegang pelaku sebanyak satu kali.

Namun, Supriady mengatakan, pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi pelaku. 

Apalagi, plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku saat terekam kamera CCTV tidak terlihat jelas.

"Korban bilang tidak kenal pelaku karena pakai masker, helm, jaket ojek online. Saat kejadian korban teriak dan menangis, tapi tidak ada yang merespons," kata Supriady.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X