Bawa Badik dan Lempar Batu Saat Demo di DPRD Kaltim, 2 Mahasiswa Jadi Tersangka

Kompas.com - 06/11/2020, 15:23 WIB
Aliansi Mahakam menarik kawat berduri menutup Jala Teuku Umar saat demo menuntuk UU Cipta Kerja atau UU Omnibuslaw hendak dibubarkan Polisi di Jalan Teuku Umar depan Kantor DPRD Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2020). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO Aliansi Mahakam menarik kawat berduri menutup Jala Teuku Umar saat demo menuntuk UU Cipta Kerja atau UU Omnibuslaw hendak dibubarkan Polisi di Jalan Teuku Umar depan Kantor DPRD Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Polisi menetapkan dua mahasiswa tersangka demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapolresta Samarinda, Kombes Arief Budiman menyebut dua mahasiswa tersebut disangkakan karena satu membawa senjata tajam dan satunya melempar batu mengenai seorang anggota polisi.

Mahasiswa yang membawa senjata tajam berinisial FR (24) merupakan mahasiswa Politeknik Samarinda, semester V jurusan Teknik Elektro.

“Dia membawa satu bilah badik panjang sekitar 25 sentimeter lengkap dengan sarungnya,” ungkap Arief saat memberi keterangan pers di Mapolresta Samarinda, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Saat itu, kata Arief, FR ditangkap polisi saat demo di depan kantor DPRD Kaltim, kemudian senjata yang ia simpan di pinggang sebelah kiri terjatuh.

Atas perbuatan tersebut, kata Arief, FR diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 UU Kedaruratan Nomor 12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam tanpa izin.

Kemudian, mahasiswa lain WJ (22) disangkakan diduga melempar batu ke arah polisi mengenai wajah seorang anggota polisi bernama Ipda Agus Prayitno, yang mengakibatkan luka memar pada wajah.

Karena itu, WJ disebut melakukan tindak pidana penganiayaan dan dikenakan Pasal 351 Ayat 1 KUHP. Hanya, barang bukti batu masih dalam pencarian.

“Kita ada bukti video saat pelaku (WJ) melakukan pelemparan itu,” jelas dia.

Baca juga: Video Viral Ketua LMND Kaltim Dianiaya Oknum Polisi Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

WJ merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Mulawarman, Samarinda.

Keduanya kini ditahan di Mapolresta Samarinda untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Diketahui, total ada sembilan mahasiswa yang diamankan polisi saat demo penolakan UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kamis (5/11/2020).

Tujuh mahasiswa di antaranya lain masih dalam pemeriksaan polisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X