[POPULER NUSANTARA] Viral Foto Remaja Pemulung Baca Al Quran | Gempa Magnitudo 5,2 di Banten

Kompas.com - 06/11/2020, 05:55 WIB
Akbar bersama kakek neneknya dan Makmun Gunawan saat ditemui di rumah kakek neneknya, setelah pada Rabu (4/11/2020) malam diantar pulang pengurus pondok pesantren Al Hilal Geger Kalong, Bandung. KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGAkbar bersama kakek neneknya dan Makmun Gunawan saat ditemui di rumah kakek neneknya, setelah pada Rabu (4/11/2020) malam diantar pulang pengurus pondok pesantren Al Hilal Geger Kalong, Bandung.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Foto seorang remaja pemulung baca Al Quran viral di media sosial. Remaja tersebut adalah Muhammad Ghifari Akbar (16) asal Kampung Sodong, Kecamatan Garut Kota.

Foto tersebut diambil saat Akbar berada di Jalan Braga Bandung. Remaja 16 tahun itu sudah 5 tahun lebih banyak tinggal di jalanan untuk mencari sang ibu.

Sementara itu di Banten, gempa bumi bermagnitudo 5,2 mengguncang Banten dan sekitarnya pada Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 05.21 WIB.

Pusat gempa berada di di Samudera Hindia, 74 kilometer Barat Daya Bayah, Kabupaten Lebak, Banten dengan kedalaman 10 kilometer.

Saat gempa terjadi, cuaaca di sebagian besar wilayah Banten sedang hujan.

Dua berita tersebut menjadi perhatian banyak pembaca Kompas.com dan berikut lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Viral foto pemulung baca Al Quran

Akbar bersama kakek neneknya dan Makmun Gunawan saat ditemui di rumah kakek neneknya, setelah pada Rabu (4/11/2020) malam diantar pulang pengurus pondok pesantren Al Hilal Geger Kalong, Bandung.KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG Akbar bersama kakek neneknya dan Makmun Gunawan saat ditemui di rumah kakek neneknya, setelah pada Rabu (4/11/2020) malam diantar pulang pengurus pondok pesantren Al Hilal Geger Kalong, Bandung.
Muhammad Ghifari Akbar (16) menjadi pembicaraan publik setelah fotonya sedang membaca Al quran di emperan toko di Jalan Braga Bandung, viral di media sosial.

Akbar adalah warga Garut. Sejak lima tahun terakhir di lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan dengan bekerja sebagai pemulung untuk mencari sang ibu.

Akbar ditinggalkan ibunya yang akan pergi ke Arab saat ia berusia 8 bulan sementara sang kakak berusia 18 bulan.

Ia putus sekolah saat duduk di bangku kelas IV SD dan mengembara hingga ke Jawa Tengah hingga ke Lampung.

Setiap kali mengembara, ia selalu bawa bekal sarung dan Al Quran.

Dengan bekal itu, Akbar merasa tak pernah takut dan khawatir ke mana pun pergi.

"Kalau lapar di jalan nggak punya uang, saya ngaji saja, fokus sampai lapar hilang," katanya.

Baca juga: Kalau Lapar di Jalan Nggak Punya Uang, Ngaji Saja, Fokus Sampai Lapar Hilang

2. Fakta meningganya Dalang Ki Seno

Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan TerakhirKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan Terakhir
Dalang Ki Seno Nugroho meninggal Selasa (3/11/2020). Kepergian Ki Seno diantarkan oleh gending jawa Ladrang Gajah Seno sesuai dengan wasiatnya sebelum meninggal dunia.

Sebelum meninggal,Ki Seno sempat merasakan tak enak badan. Bahkan dua bulan sebelum meninggal, dia sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena penyumbatan pembuluh darah.

Sebelum meninggal, tepatnya pada 2 November 2020, ia masih sempat menggelar streaming pentas wayang kulit.

Ki Seno dilarikan ke rumah sakit setelah kesakitan saat bersepeda pada Selasa (3/11/2020) malam.Ia juga sempat muntah sebelum dibawa ke UGD.

Petugas di RS menyatakan jika Ki Seno mengalami penyumbatan darah di jantung sekitar 100 persen.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Ki Seno sempat dipindahkan ke ICCU.

Baca juga: 5 Fakta Meninggalnya Dalang Ki Seno Nugroho, Penyumbatan Pembuluh hingga Pesannya Sebelum Meninggal

3. Gempa di Banten

Gempa M 5,2 guncang Lebak, Banten pada Kamis (5/11/2020) pukul 5.21 WIB.BMKG Gempa M 5,2 guncang Lebak, Banten pada Kamis (5/11/2020) pukul 5.21 WIB.
Gempa bumi bermagnitudo 5,2 mengguncang sebagian besar wilayah Banten Selatan, Kamis (5/11/2020) pada pukul 05.21 WIB.

Saat gempa terjadi, sebagian besar wilayah Banten sedang turun hujan.

Berdasarkan data dari BMKG, gempa berpusat di Samudera Hindia, 74 kilometer Barat Daya Bayah, Kabupaten Lebak, Banten di kedalaman 10 kilometer.

Meski tak berpotensi tsunami, getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga wilayah Serang, Banten.

"Daerah Kibin terasa banget. Mau keluar pas buka pintu gemetaran enggak kuat," kata Sundari warga Kibin, Kabupaten Serang, saat dihubungi oleh Kompas.com.

"Sempat ke luar rumah hujan-hujanan karena takut," ujar Sundari.

Selain wilayah Serang Timur, warga di wilayah Gunung Sari, Anyer, hingga Cinangka juga merasakan adanya guncangan akibat gempa.

Baca juga: Gempa di Banten Terasa Cukup Kuat, Warga Gemetaran Keluar Saat Hujan

4. Demo tolak Omnibus Law di Mataram

Seratusan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram ( BEM Unram) yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia, Rabu (4/11/2020) berdemo ke kantor DPRD NTB, mereka membawa surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo, yang menandatangani UU Cipta Kerja Omnibus LawFITRI R Seratusan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram ( BEM Unram) yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia, Rabu (4/11/2020) berdemo ke kantor DPRD NTB, mereka membawa surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo, yang menandatangani UU Cipta Kerja Omnibus Law
Sekitar 100 mahasiswa di Mataram, menggelar demo menolak Omnibus Law pada Rabu (4/11/2020).

Massa dari mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia menggelar demo di depan kantor DPRD NTB.

Mereka membawa surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang berisi kekecewaan karena Presiden menandatangani UU Cipta Kerja yang dinilai disusun secara amburadul dan tergesa gesa.

"Kami sangat kecewa atas apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi yang menandatangani UU Cipta Kerja saat rakyat di seluruh nusantara menolak undang-undang tersebut. Ini artinya hati nurani Presiden kita sudah mati," ujar Irwan, Ketua BEM Unram dalam orasinya.

Massa juga membawa poster tuntutan, spanduk, keranda mayat, serta ucapan belasungkawa yang bertuliskan "Turut Berduka Cita, Telah Meninggal Dunia Hati Nurani Presiden Republik Indonesia yang telah mengesahkan UU Cipta Kerja".

Ucapan bela sungkawa dilengkapi dengan foto wajah Jokowi yang kedua matanya dilubangi dan bertuliskan #mosi tidak percaya.

Baca juga: Kami Kecewa dengan Jokowi, Hati Nurani Presiden Kita Sudah Mati!

5. Unggah video, warga Lebak diperiksa polisi

Tangkap layar status yang dibuat oleh akun Facebook Badry Aldiansyah mengenai ibu hamil yang ditandu karena jalan rusak.Akun Facebook Badry Aldiansyah Tangkap layar status yang dibuat oleh akun Facebook Badry Aldiansyah mengenai ibu hamil yang ditandu karena jalan rusak.
Pemilik akun Facebook Badry Aldiansyah warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten mengunggah video ibu hamil ditandu karena kondisi jalan rusak.

Video tersebut kemudian viral di media sosial. Ibu hamil di video tersebut adalah Tiyah warga Kampung Bitung, Desa Barunai.

Tak lama setelah mengunggah video tersebut, pemilik akun Badry Aldiansyah dibawa ke kantor polisi pada Selasa (3/11/2020) malam dengan alasan untuk menghindari amuk massa.

Menurut Rinaldi kakak ipar pemilik akun, awalnya adik iparnya dibawa ke Balai Desa Barunai sebelum dibawa ke kantor polisi.\

"Sekitar jam 20.00 adik saya dibawa ke Balai Desa Barunai, dikawal RT, ada polisi juga, lalu dibawa ke kantor polisi. Di balai desa kepala desa bilang alasannya diamankan takut diamuk massa," kata Rinaldi dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu Kapolsek Panggarangan, AKP Rohidi mengatakan pemilik akun dititipkan kepala desa setempat ke kantor polsek karena khawatir diamuk massa.

"Bukan diamankan, tapi dilindungi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak warga yang pro ke kepala desa dengan pihak yang sebaliknya," kata AKP Rohidi.

Baca juga: Unggah Video Ibu Hamil Ditandu Lewati Jalan Rusak, Warga Lebak Diperiksa Polisi, Ini Penjelasannya

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ari Maulana Karang, Rasyid Ridho, Fitri Rachmawati | Editor: Farid Assifa, Pythag Kurniati, Abba Gabrillin, David Oliver Purba, Rachmawati)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X