Bertahan di Tengah Pandemi, Nelayan Diajarkan Berjualan Ikan via Online

Kompas.com - 05/11/2020, 17:08 WIB
Ilustrasi ikan palagis shutterstockIlustrasi ikan palagis

LAMONGAN, KOMPAS.com - Imbas pandemi Covid-19 turut dirasakan para nelayan yang tinggal di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Akibat pandemi, harga ikan hasil tangkapan sempat anjlok.

Ini terjadi buntut dari tersendatnya ekspor lantaran pabrik pengolahan ikan rumah makan, dan restoran tutup, serta para pelaku UMKM yang hanya berani mengambil sedikit pasokan ikan dari biasanya.

Baca juga: Cerita Nelayan di Sikka, Penghasilan Menurun Saat Pandemi, Berutang untuk Menyambung Hidup

Misalnya harga ikan kakap merah anjlok menjadi Rp 5.000 per kilogram. Padahal sebelum pandemi harganya bisa mencapai Rp50.000-55.000 per kllogram.

Begitu juga harga rajungan anjlok menjadi Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya, harga rajungan mencapai Rp 70.000-75.000 per kilogram.

"Kasihan juga lihat nelayan waktu itu, sebab harga ikan pada awal-awal pandemi itu memang murah sekali. Tidak ada ekspor, pabrik tutup sementara, begitu juga restoran, tempat makan maupun hotel yang biasa ambil ikan segar dari nelayan," ujar Kepala Dinas Perikanan Heruwidi saat dihubungi, Kamis (5/11/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Nelayan Pekalongan Keluhkan Banyaknya Izin yang Disyaratkan untuk Kapal Pencari Ikan

Melihat dan mendengar keluhan para nelayan, Dinas Perikanan Lamongan lantas coba mendampingi dan mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajarkan para nelayan menjual hasil tangkapan mereka secara online.

"Kami berikan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok-kelompok nelayan yang ada, bagaimana caranya menjual ikan hasil tangkapan mereka melalui online. Jadi mereka bisa melek (sadar), dengan situasi seperti ini tidak boleh hanya menggantungkan penjualan seperti biasanya," ucap Heruwidi.

Dinas Perikanan Lamongan juga memfasilitasi para kelompok nelayan untuk bekerjasama dengan Lamongan Asosiasi Ikan Olahan (Lasio).

Lasio yang sudah bekerjasama dengan Google, dapat memberikan akses seluasnya terhadap penjualan ikan secara online.

"Kita juga lakukan pemberdayaan nelayan dengan budidaya-budidaya. Contoh, budidaya rajungan. Jadi tidak hanya menangkap di laut, tapi kita sarankan nelayan melakukan budidaya rajungan sendiri," kata Heru.

Dengan melakukan budidaya rajungan, maka nelayan bisa menghemat bahan bakar yang biasa mereka habiskan untuk operasional melaut. Langkah ini diklaim memengaruhi pengeluaran para nelayan.

Para nelayan juga diajarkan untuk mengolah ikan hasil tangkapan, sehingga produk yang dijual tidak sekedar ikan segar, tetapi juga berbentuk olahan yang siap dimakan.

Contohnya mengolah daging rajungan, ikan menjadi sambal, ikan kering, atau bisa dijadikan pentol dan nuget.

"Kita buat seperti itu supaya ada tindakan produksi, karena sudah pasti nelayan akan mendapat nilai lebih ketimbang ikan dijual mentah (ikan segar)," tutur dia.

Sementara terkait UMKM para nelayan, Dinas Perikanan Lamongan sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi Lamongan agar UMKM nelayan difasilitasi dan mendapatkan kemudahan serta pendampingan.

"Untuk jumlah nelayan di Lamongan sendiri ada kurang lebih 20.000 orang. Kemarin sempat beberapa yang kami berikan sembako,. Karena memang terbatas, kami berikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu," ucap Heru.

Terkait penerapan protokol kesehatan, Dinas Perikanan Lamongan juga sudah menyalurkan bantuan kepada para nelayan berupa masker, sembako, dan tempat cuci tangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X