Kompas.com - 05/11/2020, 13:17 WIB
Ilustrasi ponsel dengan layar berlubang LetsGoDigitalIlustrasi ponsel dengan layar berlubang

JAMBI, KOMPAS.com - Heboh di media sosial anggaran pengadaan ponsel untuk 45 anggota DPRD Kota Jambi senilai Rp 650 juta.

Setiap anggota parlemen mendapatkan ponsel pintar senilai Rp 13 juta.

Beragam komentar miring datang dari warganet. Mereka mengganggap dewan melukai hati masyarakat, terlebih di masa pandemi.

Pada seremonial pembukaan sekolah tatap muka pada 13 Juli 2020 lalu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menuturkan, ada 500 anak SMP yang tidak mampu dan tidak bisa mengikuti belajar secara daring karena tidak memiliki ponsel.

"Anggota dewan harus menumbuhkan keprihatinan bersama saat pandemi ini. Jangan sampai rakyat menderita, dewan pesta pora," kata Pengamat Kebijakan Publik, Bahren Nurdin melalui sambungan telepon, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Cerita 24 Anak Panti Asuhan Bergantian Belajar Online Pakai 2 Ponsel

Seharusnya dana sebesar itu mampu mengatasi anak-anak sekolah yang tidak memiliki ponsel pintar untuk belajar daring.

Apabila ditinjau dari fungsi ponsel itu, sama sekali tidak mendukung fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan dari dewan.

Dia menyanyangkan dana APBD Kota Jambi dimanfaatkan untuk membeli ponsel untuk pejabat. Padahal, gaji mereka besar.

"Kita ingatkan dewan agar lebih sensitif terhadap keadaan. Jangan melukai hati rakyat. Nanti mereka jadi tidak hormat," kata Bahren menegaskan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Putra Absor mengakui adanya anggaran pembelian ponsel pintar sebesar Rp 650 juta.

Menurut dia, pengadaan ponsel ini sudah direncanakan pada Oktober 2019. Selanjutnya diadakan melalui platform katalog elektronik pada Januari 2020.

"Kita terima Februari lalu. Itu artinya pandemi belum ada. Ponsel pintar itu untuk menunjang kinerja dewan," kata Absor melalui telepon.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun. Menurut dia, ponsel pintar sangat membantu kinerja dewan saat pandemi.

Selama pandemi, anggota dewan banyak melakukan pekerjaan dari rumah (WFH). Ponsel pintar itu berupa tablet yang dapat menyimpan banyak data dan terintegrasi dengan anggota dewan lain.

"Saya pikir tidak menyalahi aturan. Itu kami terima sebelum pandemi," kata Junedi menjelaskan melalui telepon.

Baca juga: Tak Punya Ponsel untuk Belajar Online, Siswa SD Kabur Semalaman di Kebun

Untuk diketahui bersama, kata Junedi, ponsel pintar itu bukan milik pribadi dewan, melainkan milik negara dan akan dikembalikan ke bagian aset apabila masa jabatan telah berakhir.

"Lengkap nanti dikembalikan. Sama kotaknya," tutup Junedi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X