Update Gempa Banten yang Terasa di Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Kompas.com - 05/11/2020, 08:34 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sukabumi, Jawa Barat, menyatakan bahwa hingga Kamis (5/11/2020), pukul 07.30 WIB, belum ada laporan kerusakan dampak gempa magnitudo 5,2.

Sebelumnya, gempa yang berpusat di Dayah, Banten, terasa guncangannya hingga ke Sukabumi.

"Sampai sekarang untuk sementara belum ada laporan kerusakan," ujar Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman saat dihubungi Kompas.com Kamis.

Baca juga: Kamis Pagi, Warga Sukabumi Rasakan Guncangan Gempa Magnitudo 5,2

Saat ini BPBD masih terus memantau dan berkoordinasi dengan semua pegawai BPBD dan para Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang tersebar di 47 kecamatan.

Hal senada diakui juga oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Whardhani saat dikonfirmasi.

"Untuk wilayah Kota Sukabumi sampai saat ini tidak ada laporan. Namun tetap akan kami  monitoring di wilayah," kata Imran.

Salah seorang P2BK Purabaya Yanto menuturkan, di wilayahnya hingga pukul 07.00 WIB belum menerima adanya laporan kerusakan dampak gempa magnitudo 5,2 tersebut.

"Saya dan warga merasakan guncangan besar. Sekarang saya masih terus berkomunikasi dengan para relawan di desa-desa dan dusun," tutur Yanto.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 di Banten Tidak Berpotensi Tsunami

Sekretaris Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Suhendi mengatakan hal serupa.

"Untuk sementara belum menerima laporan, aman kondusif," kata Suhendi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X