Puluhan Santri di Cianjur Terkonfirmasi Covid-19

Kompas.com - 05/11/2020, 07:34 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANJuru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal

CIANJUR, KOMPAS.com – Sebanyak 35 orang santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan, mereka terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil swab test.

"Ada 35 orang yang terkonfirmasi, dan ini menjadi klaster,” kata Yusman kepada wartawan di lingkungan Pendopo, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Muncul Klaster Baru, 12 Santri Ponpes di Tegal Positif Covid-19

Disebutkan, swab test dilakukan Dinas Kesehatan Cianjur atas permintaan pihak pesantren setelah ada salah seorang santri yang bergejala.

“Saat dilakukan identifikasi terdapat 30 orang yang bergejala anosmia. Selanjutnya dilakukan swab test terhadap 60 orang dan ketemulah yang 35 orang ini,” ujar dia.

Saat ini, mereka yang terpapar tengah menjalani isolasi khusus di lingkungan pesantren di bawah kendali dan pengawasan ketat satgas dan dinas kesehatan setempat.

“Pusat isolasi yang di Bumi Ciherang Pacet sangat tidak memungkinkan, sehingga satgas dan pihak pesantren memutuskan untuk melakukan isolasi di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Oleh karena itu, lingkungan pesantren saat ini telah steril, dan santri lain yang negatif swab test telah dipulangkan.

“Tenaga medis dan paramedisnya didrop dari dinas, termasuk obat-obatan dan makanannya. Saat ini sedang isolasi,” kata Yusman.

Pihak satgas sendiri masih melakukan tracking dan tracing terkait klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan ini.

Baca juga: Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Namun, menurut Yusman, diindikasikan santri terpapar dari pengunjung atau orangtua santri atau tenaga pengajar yang pulang-pergi.

“Untuk swab tenaga pengajar masih menunggu hasil. Kalau negatif semua, berarti diduga kuat dari orang tua santri yang melakukan kunjungan ke pesantren,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X