[POPULER NUSANTARA] Dalang Ki Seno Meninggal Dunia | Utang Rp 30 Juta, IRT Tewas Ditembak

Kompas.com - 05/11/2020, 06:16 WIB
Jenazah ki Seno Nugroho disemayamkan di Rumah Duka Sedayu Bantul KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOJenazah ki Seno Nugroho disemayamkan di Rumah Duka Sedayu Bantul
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dalang Ki Seno Nugroho asal Bantul, Yogyakarta, meninggal dunia pada Selasa (3/11/2020) malam di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman

Sebelum meninggal, Ki Seno sempat minta agar pelepasan jenazahnya diiringi dengan gamelan. Belasan sinden dan pengrawit memainkan gending Ladran Gajah Seno yang diciptakan sahabat Ki Seno, yakni Joko Porong.

Sementara itu di Palembang, Siti Fauziyah (35), seorang ibu rumah tangga tewas ditembak kepalanya saat ditagih utang Rp 30 juta pada Senin (13/3/2012).

Pelaku Asgaburillah alias Sabil (34) berhasil ditangkap pada Senin (21/9/2020) setelah 8 tahun pelarian. Ia ditangkap saat pulang ke rumahnya karena merasa polisi tak lagi ingat dengan kasusnya.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca Kompas.com dan berikut lima berita populer nusantara selengkapnya:

1. Dalang Ki Seno meninggal dunia

Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan TerakhirKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan Terakhir
Dalang Ki Seno Nugroho asal Bantul, Yogyakarta, meninggal di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman pada Selasa (3/11/2020) malam

Ayu Purwa Lestari, salah satu sinden Ki Seno membenarkan informasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya benar, Mas (meninggal). Kalau penyebabnya kurang tahu," kata Ayu saat dihubungi Selasa malam.

Sinden lainnya, Oriza, mengatakan, pada siang harinya Ki Seno masih bercanda di grup WhatsApp.

"Leres niki kulo (betul ini saya) di jalan mau OTW Sedayu (rumah duka)," kata Oriza.

"Penyebab belum tahu. Di grup (WA) tadi siang masih gojekan (bercanda)," kata Oriza.

Meninggalnya Dalang Seno hingga Rabu (4/11/2020) menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Baca juga: Dalang Ki Seno Nugroho Sempat Minta Diiringi Gamelan jika Meninggal

2. Pelepasan jenzah diiringi gamelan

Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan TerakhirKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan Terakhir
Pelepasan jenazah Ki Dalang Seno Nugroho diiringi gending Ladran Gajah Seno. Hal itu sesuai dengan keinginan Seno saat mendalang beberapa waktu lalu.

"Nanti saat diberangkatkan akan ada iringan gamelan, itu kan wasiatnya Pak Seno," kata admin atau Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2020).

"Itu (permintaan iringan) waktu pentas sih, sudah lama saya lupa kapan," ucap Gunawan.

Hal senada juga dijelaskan salah seorang Sinden Ki Seno, Tatin Lestari Handayani.

Dia mengakui permintaan Ki Seno saat pentas wayang.

"Sesuk kalau aku ra ono iki diunekke (Besok saat aku meninggal ini dibunyikan)," kata Tatin menirukan permintaan Seno.

"Nanti akan kami lakukan. Judulnya apa ya, karya Mas Joko Porong," ucap Tatin.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Dalang Ki Seno, Sempat Gelar Pentas Wayang Streaming, Sepedaan, dan Muntah

3. Jadi kurir sabu, perwira diupah Rp 20 juta

Ilustrasi sabu-sabuShutterstock/Shyripa Alexandr Ilustrasi sabu-sabu
IZ (55), oknum perwira polisi di Polda Riau diupah Rp 20 juta untuk mengirim 16 kilogram sabu di Kota Pekanbaru.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian mengungkapkan dari hasil pemeriksaan tersangka HW dan IZ diupah Rp 100 juta.

Dari upah Rp 100 juta ini, menurut dia, tersangka IZ mendapat bagian Rp 20 juta.

Sedangkan upah HW Rp 80 juta.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka HW dan IZ, mereka diupah Rp 100 juta untuk mengantar barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 16 kilogram," ujar Victor kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Ini Nilai Upah untuk Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu di Pekanbaru

4. Ditembak dengan mata tertutup

KMS, tersangka kasus penembakan terhadap seorang anggota Polsek Medan Barat, Aiptu Robin mengaku menyerahkan diri kepada seorang anggota Polsek Percut Sei Tuan. Dua hari setelahnya, KMS ditembak di kakinya. KMS tidak tahu saat berada di mana ditembak karena matanya ditutup.KOMPAS.COM/DEWANTORO KMS, tersangka kasus penembakan terhadap seorang anggota Polsek Medan Barat, Aiptu Robin mengaku menyerahkan diri kepada seorang anggota Polsek Percut Sei Tuan. Dua hari setelahnya, KMS ditembak di kakinya. KMS tidak tahu saat berada di mana ditembak karena matanya ditutup.
KMS, tersangka kasus penembakan terhadap seorang anggota Polsek Medan Barat, Aiptu Robin, mengaku menyerahkan diri kepada seorang anggota Polsek Percut Sei Tuan.

Namun dua hari setelahnya, KMS ditembak di kakinya. KMS tidak tahu lokasi ditembak karena matanya ditutup.

Di Mapolrestabes Medan, KMS merintih dengan kondisi kakinya yang terluka tembak. Kedua betisnya diperban.

Kepada wartawan, KMS mengatakan setelah dirinya menembak Aiptu Robin, ia tidak melarikan diri, melainkan menyerahkan diri kepada seorang anggota polisi di Polsek Percut Sei Tuan di Jalan Sampali.

"Saya menyerahkan diri setelah kejadian sekitar pukul 15.00 WIB ke anggota Polsek Percut Sei Tuan. Yang menjemput saya," katanya.

Baca juga: Pria yang Tembak Polisi Mengaku Serahkan Diri lalu Ditembak dengan Mata Tertutup

5. Utang Rp 30 juta, IRT tewas ditembak

Rekonstruksi kasus penembakan terhadap Siti Fauziah (35) yang dilakukan oleh tersangka Asgaburillah alias Sabil (34) di Polrestabes Palembang, Selasa (3/11/2020). Motif penembakan itu sendiri dilatarbelakangi utang Rp 30 juta.DOK. HANDOUT Rekonstruksi kasus penembakan terhadap Siti Fauziah (35) yang dilakukan oleh tersangka Asgaburillah alias Sabil (34) di Polrestabes Palembang, Selasa (3/11/2020). Motif penembakan itu sendiri dilatarbelakangi utang Rp 30 juta.
Siti Fauziyah (35), seorang ibu rumah tangga di Palembang, tewas ditembak kepalanya saat ditagih utang Rp 30 juta pada Senin (13/3/2020)

Pelaku Asgaburillah alias Sabil (34) ditangkap setelah 8 tahun pelarian.

Pada hari kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabil datang ke rumah Siti di Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang untuk menagih utang sebesar Rp 30 juta.

Namun, Siti mengaku tak memiliki uang dan tak bisa membayar utangnya.

Mendengarkan hal tersebut, Sabil merasa emosi dan kesal. Ia kemudian mengeluarkan senjata api rakitan yang ia simpan di pinggangnya.

Awalnya ia hanya mengancam. Namun, ternyata ia dua kali menembak kepala Siti.

"Sudahlah nanti kena, saya makin kesal lalu saya tembak. Dia ini selalu berkelit," kata Sabil saat melakukan rekonstruksi, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Utang Rp 30 Juta, Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak Senjata Rakitan, Ini Kronologinya

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Markus Yuwono, Idon Tanjung, Dewantoro | Editor: Khairina, Abba Gabrillin, Farid Assifa, Rachmawati)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.