Kompas.com - 05/11/2020, 06:06 WIB
Seno Nugroho Saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOSeno Nugroho Saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dalang Ki Seno Nugroho asal Bantul, Yogyakarta, meninggal dunia pada Selasa (3/11/2020) malam dalam usia 48 tahun.

Sebelum meninggal, Ki Seno sempat dirawat di RS PKU pada September 2020 karena penyumbatan darah di jantung.

Tiga hari sebelum meninggal, Ki Seno sempat mengeluh nyeri. Namun, pada Senin (2/11/2020), Ki Seno masih menggelar pentas wayang secara streaming.

Baca juga: Seniman Den Baguse Ngarso: Ki Seno Nugroho Dalang yang Cerdas

Satu hari setelahnya, tepatnya Selasa (3/11/2020), Ki Seno meliburkan pentas wayang dan pada Selasa petang ia menyempatkan diri bersepeda.

Namun, di tengah jalan, Seno kesakitan dan dijemput pulang ke rumah.

Setelah beristirahat di rumah, kondisi Seno tak kunjung membaik dan ia muntah-muntah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sang istri dan warga sekitar, Seno dibawa ke UGD RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam kondisi sadar.

Setelah itu Ki Seno dipindahkan ke ICU dan kondisinya terus memburuk. Tim medis mengatakan, penyumbatan darah di jantung Ki Seno sekitar 200 persen.

Pada Selasa sekitar pukul 22.14 WIB, Ki Seno dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Sosok Ki Seno Nugroho di Mata Ganjar Pranowo, Dalang yang Khas

Diiringi gending Ladran Gajah

Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan TerakhirKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pengrawit yang Akan Mengiringi Dalang Seno Nugroho ke Peristirahatan Terakhir
Sebelum meninggal, Ki Seno sempat berwasiat ingin ada iringan gending jawa saat pemakamannya.

"Itu (permintaan iringan) waktu pentas sih, sudah lama saya lupa kapan," ucap manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, Rabu (4/11/2020).

Hal serupa dikatakan salah seorang Sinden Ki Seno, Tatin Lestari Handayani. Dia mengakui permintaan tersebut disampaikan Ki Seno saat pentas wayang.

Baca juga: Jenazah Ki Seno Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Ayahnya di Semaki Gede

"Sesuk kalau aku ra ono iki diunekke (Besok saat aku meninggal ini dibunyikan)," kata Tatin menirukan permintaan Seno.

Rabu sekitar pukul 11.07 WIB, gending Ladran Gajah Seno mulai dimainkan oleh belasan sinden dan pengrawit di rumah duka di Dusun Gayam, Bantul, Yogyakarta.

Suasana hari sungguh terasa dan 11 sinden yang menyanyikan gending terlihat tak berhenti menitikkan air mata.

Baca juga: Ki Seno di Mata Butet Kertaradjasa, Dalang yang Menjawab Tantangan Zaman

Mereka bernyanyi diiringi alunan gamelan dari grup Wangso Laras yang bisa mengiringi dalang Ki Seno.

Gending Ladran Gajah Seno adalah ciptaan Joko Porong. Seno dan Joko Porong sudah bersahabat sejak tahun 1989 dan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar.

Kepada Kompas.com, Joko bercerita bahwa gending itu ia ciptakan sekitar tiga tahun lalu atas permintaan Ki Seno untuk inovasi dalam pertunjukan.

Baca juga: Beri Penghormatan Terakhir untuk Dalang Ki Seno, Belasan Sinden Menyanyikan Gending Ladran Gajah

"Dia hanya minta tolong buatkan gending yang bisa untuk saya istirahat (saat pentas)," ucap Joko.

"Akhirnya saya membuat gending sebenarnya berangkat dari suluknya dalang, saya bawakan dalam gending agar dia (Seno) Istirahat," kata Joko di rumah duka, Rabu (4/11/2020).

Joko mengaku tidak mengetahui permintaan Seno untuk diiringi gending ciptaannya.

"Saya baru tahu ini tadi, bahkan saya (bertanya) kenapa harus itu (gending Ladran Gajah Seno), kenapa harus ngomong itu. Semua pasti enggak ingin (Seno meninggal), Apalagi gawean (buatan) saya untuk itu (gending meninggal)," ucap dia.

Sementara itu, jenazah Ki Seno disemayamkan di rumah limasan dan ditutup kain batik warna hitam.

Di samping jenazah, ada dua gambar Ki Seno dan nisan yang akan dipasang di makam.

Baca juga: BERITA FOTO: Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal, Gending Jawa Dimainkan di Rumah Duka

Dimakamkan satu liang dengan sang ayah

Makam dalang kondang Ki Seno NugrohoKompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Makam dalang kondang Ki Seno Nugroho
Jenazah Ki Seno dimakamkan sat liang lahat dengan sang ayah Ki Suparman Cermo Wiyoto di pemakaman Semaki Gede, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Kerabat Ki Seno, Paulina Suratmi (86) mengatakan, Ki Seno dimakamkan satu liang dengan ayahnya, yakni Ki Suparman sesuai dengan keputusan keluarga.

"Dikuburkan satu liang dengan ayahnya. (Ki Seno) anak keempat dari lima bersaudara," ucapnya saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu, adik Sri Sultan, Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Yudhaningrat, mengatakan, Ki Seno merupakan dalang dengan kecerdasan tinggi.

Baca juga: Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal, Menko PMK Sampaikan Dukacita

Sebab, menurut dia, dalang-dalang lain mudah ditebak alur ceritanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X