Kompas.com - 04/11/2020, 07:05 WIB
Penyeludupan pasir timah senilai Rp 2,7 miliar ke Malaysia kembali terjadi. Hal terbukti setelah Kapal Patroli Laut Kantor Wiliayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut, Sabtu (31/11/2020) malam kemarin. Pasir timah tersebut diangkut oleh Kapal KMN Kurnia Abadi-21 atau KM Harapan Baru-5 yang berangkat dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang akan dibawa menuju Malaysia. DOK KANWIL DJBC KHUSUS KEPRIPenyeludupan pasir timah senilai Rp 2,7 miliar ke Malaysia kembali terjadi. Hal terbukti setelah Kapal Patroli Laut Kantor Wiliayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut, Sabtu (31/11/2020) malam kemarin. Pasir timah tersebut diangkut oleh Kapal KMN Kurnia Abadi-21 atau KM Harapan Baru-5 yang berangkat dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang akan dibawa menuju Malaysia.

BATAM, KOMPAS.com - Penyeludupan pasir timah senilai Rp 2,7 miliar ke Malaysia kembali terjadi.

Hal ini diketahui setelah Kapal Patroli Laut Kantor Wiliayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut, Sabtu (31/11/2020).

Pasir timah tersebut diangkut oleh Kapal KMN Kurnia Abadi-21 atau KM Harapan Baru-5 yang berangkat dari Batam, yang akan menuju Malaysia.

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 di Riau Sempat Turun, Ini Dugaan Penyebabnya

Kapal tersebut diamankan Patroli Laut Kanwil DJBC Kepri di sekitar Perairan Tokong, Malang Biru, Kabupaten Natuna, Kepri.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto melalui keterangan tertulisnya mengatakan, penindakan tersebut berawal dari informasi intelijen Kanwil DJBC Kepri, bahwa akan ada penyelundupan ekspor pasir timah tujuan Malaysia.

Tim patroli kapal BC 60001 langsung melakukan penyisiran.

Petugas kemudian menemukan ada sebuah kapal yang dicurigai menuju Malaysia.

“Kapal sempat berusaha kabur saat akan kami hentikan, dan setelah kami lakukan pemeriksaan, petugas menemukan pasir timah senilai Rp 2,7 miliar yang akan diselundupkan ke Malaysia," kata Agus kepada wartawan, Selasa (3/11/2020) malam.

Baca juga: Usai Pengeroyokan Anggota TNI, Viral Video Sweeping Moge di Bukittinggi

Agus mengatakan, setelah dilakukan penghitungan, ada 18 ton pasir timah yang diangkut kapal yang dinakhodai oleh AG dengan tiga orang anak buah kapal (ABK).

"Kapal tersebut membawa muatan sekitar 360 karung, dengan total berat lebih kurang 18 ton pasir timah tanpa dilindungi dokumen kepabeanan dan instansi terkait dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 2,7 miliar," kata Agus.

Kapal tersebut diamankan dengan pertimbangan bahwa pasir timah termasuk dalam komoditas barang larangan untuk diekspor dan tidak adanya dokumen kepabeanan.

"Kapal tersebut melanggar Pasal 102a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X