Putri Keraton Bicara soal Keistimewaan Yogyakarta pada Masa Pandemi

Kompas.com - 03/11/2020, 23:48 WIB
Podcast Ngobrolin Jogja #14 di kanal YouTube Humas Jogja bersama putri Keraton Yogyakarta, Selasa (3/11/2020). Podcast Ngobrolin Jogja #14 di kanal YouTube Humas Jogja bersama putri Keraton Yogyakarta, Selasa (3/11/2020).

KOMPAS.com-Sudah delapan bulan belakangan Daerah Istimewa Yogyakarta menjalani masa tanggap darurat sejak pandemi Covid-19 melanda. Namun, hal itu tampaknya tak mampu melunturkan keistimewaan DIY.

Hal itu salah satunya ditunjukkan dari upacara-upacara dan tradisi-tradisi yang digelar oleh Keraton Yogyakarta.

Meski dalam kondisi pageblug, aktivitas tersebut tidak serta-merta dihilangkan.

Baca juga: Kata Pekerja di DIY soal Hidup Layak dengan Penghasilan Bulanan Rp 1,7 Juta

Penghageng KH Panitrapura Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono menjelaskan, sesuai peraturan Gubernur DIY yang salah satunya melarang mengumpulkan orang banyak, selama pandemi pihaknya berkoordinasi dengan tepas yang berkaitan supaya hajad dalem tetap berlangsung tanpa mengumpulkan orang banyak.

Semisal, tradisi grebeg yang biasanya mengumpulkan masyarakat di Alun-alun, kali ini digantikan dengan membuat rengginang dan dibagikan khusus untuk para abdi dalem.

“Biasanya setiap minggu di Keraton ada aktivitas tari, mau enggak mau kami off-kan. Tapi uyon-uyon masih diselenggarakan, khusus hanya tertentu saja. Abdi dalem bekerja secara shift, hand sanitizer dan masker juga kami sediakan,” lanjutnya dalam podcast Ngobrolin Jogja #14 melalui kanal YouTube Humas Jogja, Selasa (3/11/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, selama pandemi sudah selayaknya masyarakat mengingat kembali filosofi Jawa, semisal orang Yogya yang dikenal guyub, rukun, dan gotong royong.

“Itu mungkin yang harus kita perbaiki. Dengan adanya pandemi ini kita diingatkan kembali untuk tepo seliro. Golong gilig itu mencerminkan saling membantu satu sama lain. Hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama,” tuturnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 November 2020

Dalam kesempatan yang sama, Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, GKR Hayu menuturkan aktivitas live streaming di media sosial Keraton Yogyakarta sudah settle sejak sebelum pandemi.

Namun ketika pandemi melanda, konten kanal-kanal tersebut pun diperbanyak.

“Tandha Yekti harus semakin rajin karena harus mendokumentasikan ini sejarah Yogyakarta di masa pandemi,” sebutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X