Edarkan Uang Palsu Pecahan Rp 100.000 di Solok, Tiga Orang Ditangkap Polisi

Kompas.com - 03/11/2020, 20:10 WIB
Uang rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAUang rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

PADANG, KOMPAS.com - Tiga orang pria yang diduga mengedarkan uang palsu ditangkap oleh Satreskrim Polres Solok Sumatera Barat, Senin (2/11/2020). Ketiganya ditangkap di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Deni mengatakan, ketiga pelaku merupakan warga Kabupaten Tanah Datar, warga Kota Padang dan warga Kabupaten Solok Selatan. 

Salah satu pelaku bahkan masih di bawah umur, yakni F (17) warga Kota Padang. Sementara dua lainnya yakni NA (36) warga Kabupaten Tanah Datar dan RWM (36) warga Kabupaten Solok Selatan. 

Baca juga: Diduga Cekcok Soal Anak Tiri, Suami Istri di Solok Ditemukan Tewas Mengenaskan

Menurut polisi, penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat terkait adanya peredaran uang palsu pada 02 November 2020.

Kemudian tim gabungan Satreskrim Polres Solok melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan keberadaan pelaku. 

Ketiganya tinggal di Jorong Galanggang Tangah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Polisi menangkap ketiga pelaku tanpa kesulitan. 

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 19 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000. Kemudian, 19 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 tampak belakang yang sudah dicetak dan belum dipotong.

Baca juga: Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

 

Lalu, 20 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 tampak depan dan belakang yang sudah dicetak dan belum dipotong.

Serta, 31 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 tampak belakang yang sudah dipotong, dan 107 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 tampak depan yang sudah dipotong.

Uang palsu yang kami sita sebagai barang bukti sebesar Rp 14.600.000. Selain itu, barang bukti lainnya yang disita yakni lem, amplas, gunting, penjepit kertas dan sebuah penggaris," tulis Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho melalui keterangan tertulis, Selasa (3/11/2020). 

Pasal yang dilanggar yakni Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Jo Pasal 26 ayat (1),(2),(3) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Regional
Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Regional
Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Regional
Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Regional
Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X