9 Program Machfud Arifin-Mujiaman, dari 150 Juta Per RT hingga Sediakan Face Recognition

Kompas.com - 03/11/2020, 14:13 WIB
Calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman mendapatkan nomor 2 dalam pengundian nomor urut Pilkada Surabaya, Kamis (24/9/2020). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALCalon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman mendapatkan nomor 2 dalam pengundian nomor urut Pilkada Surabaya, Kamis (24/9/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno menawarkan 9 program utama di Pilkada Surabaya 2020.

Dari sediakan dana Rp 150 juta per RT hingga menerapkan teknologi face recognitions tiap RW.

Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Machfud Arifin, Imam Syafii mengatakan, 9 program tersebut adalah penjabaran dari 7 misi yang diusung Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno di Pilkada Surabaya.

Di Pilkada Surabaya, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno diusung 8 partai koalisi yakni PKS, PPP, PKB, Golkar, Nasdem, Demokrat, PAN dan Gerindra.

Pasangan ini akan melawan pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDI-P dan didukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca juga: 7 Program Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya, dari Swab Gratis hingga Tambah Taman Kota

Program pertama pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno adalah JENIUS (jenjang pendidikan berlanjut dan guru sejahtera).

Program ini akan meningkatkan kuantitas beasiswa kuliah dalam dan luar negeri menjadi 2.500 mahasiswa per tahun, pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP, menaikkan insentif pendidikan untuk warga miskin dan meningkatkan insentif untuk hafiz dan hafizah, pengajar TPQ dan TPA serta guru honorer.

Kedua, program PRASASTI (pasar berdaya dan koperasi berbasis teknologi informasi).

Program ini merevitalisasi pasar tradisional, menyediakan kawasan khusus PKL dan mengembangkan manajemen koperasi secara modern.

Ketiga, program KURATIF (lingkungan ramah interaktif).

 

Program ini melakukan kegiatan bedah rumah tidak kayak huni sebanyak 2.000 rumah per tahun, membangun rumah kreasi untuk pelatihan disabilitas, ketersediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas.

Kemudian, meningkatkan fasilitas ramah anak di seluruh penjuru Kota Surabaya, dan memastikan ketersediaan air bersih terutama di kawasan fasilitas publik.

Keempat, program SUPER ULTRA (stimulus pemberdayaan usaha dan keluarga sejahtera).

Program ini berupa meyediakan sembako murah secara berkala, menyediakan BLT Rp 1 juta per kepala keluarga, menciptakan 100.000 lapangan kerja baru melalui sinergi program pemerintah dan swasta.

Kemudian, menyediakan alokasi dana APBD Rp 150 juta per RT per tahun, mengalokasikan dana APBD Rp 50 miliar untuk inkubasi UMKM (permodalan, pembimbingan dan pemasaran).

Baca juga: Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Program kelima MAJAPAHIT (aman terjaga dengan pengawasan canggih inovatif).

Program ini membangun integrated command center berbasis big data tingkat RT, menerapkan teknologi face recognition tingkat RW, fasilitas rehabilitasi untuk korban penyimpangan sosial, revitalisasi fasum sosial ramah disabilitas untuk ibu hamil dan lansia.

Program keenam SEDASI (sentra budaya dan pemberdayaan potensi).

Program ini mengembangkan wisata meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE), membangun pusat olahraga berkelas dunia, revitalisasi fasilitas seni, budaya, sejarah dan wisata, dan membangun Surabaya Art Center.

Program ketujuh KONEKSI (kota terintegrasi gerbangkertasusila).

 

Program ini menambah 100 Surabaya Bus, merancang MRT dan LRT, menciptakan integrasi multimoda terpadu, memastikan jalan raya mulus bebas banjir, dan revitalisasi terminal terpadu.

Program kedelapan SEROJA (sehat raganya optimis jiwanya).

Program ini menyediakan pengobatan gratis untuk warga pemilik KTP Surabaya, jemput rawat pasien gratis selama 24 jam, alokasi dana APBD Rp 150 miliar untuk insentif kader posyandu.

Kemudian, alokasi dana APBD Rp 50 miliar untuk pendamping ibu hamil, memberikan insetif reguler untuk tenaga medis kesehatan Covid-19, serta gerakan sarapan gratis untuk pelajar jenjang PAUD dan TK.

Baca juga: Kejar Popularitas Machfud Arifin, Eri Cahyadi Lebih Populer dengan Istilah Anak Buah Risma

Program terakhir adalah program BIJAK (birokrasi jujur dan aktif).

Program ini memberikan tunjangan kinerja yang adil dan proporsional kepada ASN, reformasi birokrasi untuk pemerintahan yang bersih, transparan, inklusif, dan meritokratif.

Selanjutnya, menyediakan layanan publik berbasis teknologi informasi (Smart City), dan sinkronisasi kebijakan, sinergi, serta kolaborasi antar pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan perusahaan swasta. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

Regional
Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X