Fakta Baru Tabrakan Beruntun di Tol Tangerang, Sopir Truk Diminta Jalan Saat Ngantuk

Kompas.com - 03/11/2020, 12:48 WIB
Mobil PJR Kakorlantas Polri di tabrak truk di tol Tangerang Merak IstimewaMobil PJR Kakorlantas Polri di tabrak truk di tol Tangerang Merak
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kasus kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Tangerang Merak KM 66 Lingkungan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, pada Minggu (1/11/2020) lalu masih dilakukan upaya penyelidikan oleh polisi.

Adapun sopir truk yang sebelumnya sempat kabur usai menabrak mobil Patroli Jalan Raya (PJR) itu diketahui sudah menyerahkan diri ke Mapolda Banten.

Sopir yang diketahui berinisial ES (35) itu diantar oleh pemilik truk yang digunakannya pada Senin (2/11/2020) dini hari.

"Alhamdulilah, sudah kita amankan pada pukul 01.30 WIB, dia diantar oleh pemilik truk, dimana kita sampaikan agar sopir menyerahkan diri. Kemudian dibawa oleh pemiliknya (truk)," kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo kepada wartawan, Senin.

Baca juga: Sopir Truk Penabrak Mobil PJR di Tol Tangerang-Merak Menyerahkan Diri

Diminta jalan saat ngantuk

Ilustrasi tidur nyenyakBavorndej Ilustrasi tidur nyenyak

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, kasus kecelakaan beruntun di Tol Tangerang tersebut dipicu karena sopir truk berinisial ES yang mengantuk.

Sebab, sebelum terlibat kecelakaan itu ES sempat istirahat di bahu jalan tol untuk tidur karena merasa ngantuk berat.

Namun, karena dianggap berhenti di lokasi yang tidak semestinya, oleh petugas patroli jalan tol saat itu ia dibangunkan dan diminta kembali melanjutkan perjalanan.

"Si sopir ini dalam keadaan ngantuk berat, dia sempat tidur dibahu jalan. Kemudian dibangunakan oleh patroli jalan tol, diminta untuk melanjutkan perjalanan," kata Rudy.

Baca juga: Detik-detik Truk Tabrak Mobil PJR di Tol Tangerang Merak, Sopir Kabur

Karena memaksakan untuk melanjutkan perjalanan, sekitar satu kilometer dari tempat ia istirahat itu akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun tersebut.

Truk yang dikendarai ES menabrak mobil PJR di lokasi kejadian. Karena benturan keras, mobil PJR kemudian menabrak Suzuki Ertiga dan terakhir menabrak mobil derek milik PT Marga Mandalasakti.

Bahkan, akibat kecelakaan itu mobil PJR diketahui hingga ringsek karena terlindas ban depan truk yang dikendarai ES.

Meski tidak ada korban jiwa, namun enam orang diketahui mengalami luka-luka akibat kecelakaan itu.

Penulis : Kontributor Serang, Rasyid Ridho | Editor : Aprillia Ika



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

Regional
Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Regional
Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Regional
Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Regional
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X