539 Pelaku Usaha Langgar Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang di Yogyakarta

Kompas.com - 02/11/2020, 21:52 WIB
Heroe Poerwadi saat ditemui di kantor gubernur DIY Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoHeroe Poerwadi saat ditemui di kantor gubernur DIY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 539 pelaku usaha di Kota Yogyakarta melanggar protokol kesehatan saat libur panjang akhir bulan Oktober lalu.

Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi menyampaikan, pelanggaran oleh pelaku usaha ini tidak dilakukan di satu kawasan saja tetapi di seluruh Kota Yogyakarta.

Pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan hanya disanksi teguran.

"Ada 539 pelaku usaha yg melakukan pelanggaran, dari berbagai macam jenis usaha. Dengan pelanggaran seperti, tidak menyediakan tempat cuci, tidak memakai thermogun, tidak ada pembatasan tempat duduk, penjual tidak memakai masker," ujar Heroe melalui keterangan tertulis, Senin (4/11/2020).

Baca juga: Bioskop Kembali Beroperasi di Kota Yogyakarta

Sedangkan, kata Heroe, selama libur panjang ada sebanyak 1.311 orang yang melanggar protokol kesehatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari jumlah tersebut, 30 persen lebih terjadi pada hari Sabtu lalu, di mana wisatawan paling banyak mengunjungi Kota Yogyakarta.

"Pelanggaran paling banyak tidak memakai masker atau tidak menggunakan masker dengan benar, dan tidak melakukan jaga jarak. Pelanggaran sebagian besar terjadi pada wisatawan," ucapnya.

Selama libur panjang kemarin, pihaknya menekankan pada himbauan tidak menggunakan sanksi denda maupun sosial.

"Total jumlah orang yang mengunjungi Malioboro adalah sekitar 20.000 dari hari Rabu sampai Minggu. Dengan puncak kunjungan di Hari Sabtu yg mencapai 5.374," katanya.

Baca juga: 96.039 Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Razia di Jateng

Di lain pihak, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengungkapkan, selama bulan Oktober ada puluhan pelaku usaha yang mendapatkan surat peringatan pertama (SP 1).

"Ada 59, jadi selama Oktober, itu mereka dikasih sanksi berupa SP 1, dipanggil dan diberi pembinaan lalu diberi SP 1, mulai dari hotel, tempat makan, tempat hiburan," ucapnya.

Para pelaku usaha tersebut melanggar protokol kesehatan berupa tidak menjaga jarak.

Dia menambahkan, pihaknya tidak segan menutup tempat usaha bagi yang melanggar protokol kesehatan. Semua itu untuk memberikan efek jera.

"Sesuai dengan SOP diberi tiga kali, kalau tiga kali tidak dipenuhi juga kita lakukan penutupan operasional sementara. Jadi diantara 59 itu baru diberi SP I semua," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X