Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat yang Terikat di Kubangan, Ini Penyebabnya...

Kompas.com - 02/11/2020, 21:49 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

GRESIK, KOMPAS.com - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan mengapung di kubangan air sekitar Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik, Jumat (30/10/2020) sore, belum terungkap.

Mayat itu ditemukan dalam keadaan tengkurap dengan kedua tangan terikat di belakang punggung. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Baca juga: Saya Ingin Sekali Bertemu Pak Jokowi, kalau Bertemu, Saya Akan Minta Motor

Mayat itu juga telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum.

"Mayat ditemukan dalam kondisi mengapung di air, bagian sidik jari ada yang rusak sehingga sedikit menyulitkan," ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga saat ditemui di Mapolres Gresik, Senin (2/11/2020).

Bayu mengatakan, beberapa bagian tubuh mayat itu juga mulai mengelupas. 

Namun, Bayu enggan menjelaskan secara rinci kapan korban tersebut meninggal. Ia juga tak menjelaskan dugaan penyebab korban meninggal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mohon sabar ditunggu ya, ini kami masih terus lakukan penyelidikan," ucap dia.

Hanya saja, Bayu menyebutkan, berdasarkan penyelidikan sementara, jenazah itu diperkirakan berusia remaja.

"Doakan biar segera dapat terungkap," kata Bayu.

Baca juga: Putra Risma: Ibu Tidak Ingin Surabaya Kembali ke Belakang karena Salah Pilih Pemimpin

Sebelumnya diberitakan, mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan dengan kedua tangan terikat di belakang dengan kain. Kaki mayat itu juga terikat.

Mayat ditemukan mengapung dalam kondisi tengkurap dan mengenakan kaos kaki. Kondisi mayat itu berwarna merah kehitaman dan mengeluarkan aroma tak sedap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X