Humas Klub Moge Bandung: 5 Anggota yang Jadi Tersangka Pengeroyokan TNI Dapat Pendampingan Hukum

Kompas.com - 02/11/2020, 21:34 WIB
Anggota TNI dikeroyok geng motor gede di Bukittinggi, Sabtu (30/10/2020) Foto: Screenshot videoAnggota TNI dikeroyok geng motor gede di Bukittinggi, Sabtu (30/10/2020)

BANDUNG, KOMPAS.com - Lima orang oknum anggota klub motor gede (moge) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan anggota TNI dari Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat.

Adapun kelima tersangka ini diketahui berinisial MS (49 ), B (18 ), HS (48), JAD (26) dan TR (33). Kelima tersangka merupakan anggota klub motor gede asal Garut, Jawa Barat.

Menanggapi oknum anggotanya yang telah ditetapkan tersangka itu, Humas Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter, Epriyanto mengatakan bahwa ada lima anggotanya yang saat ini ditetapkan menjadi tersangka dan sudah dalam proses hukum.

Baca juga: Anggota Klub Moge Asal Bandung Keroyok TNI di Bukittinggi, Kapolres: Sudah Dilerai, tetapi...

5 tersangka dapat pendampingan hukum

Pihak HOG sendiri akan memberikan pendampingan hukum untuk anggotanya tersebut.

"iya dari HOG tetap memberikan pendampingan secara hukum," kata Epriyanto dalam.pesan singkatnya, Senin (2/11/2020).

Tentunya pihak HOG tak diam saat mendapati anggotanya itu melakukan tindakan tersebut.

Pihaknya pun akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan kesalahan yang dilakukan anggotanya tersebut, bahkan jika kesalahan itu dinilai memberatkan, pihak HOG bahkan tak segan untuk mengeluarkannya dari klub.

Baca juga: Polisi yang Melerai Nyaris Terkena Pukulan Anggota Klub Moge Bandung

"Iya, tentu ada sanksi nya, disesuaikan dengan porsi kesalahan masing-masing dan yang paling berat adalah dikeluarkan dari keanggotaan," tegas Epriyanto.

HOG tentu menyayangkan adanya kejadian itu, untuk itu Epri mengimbau kepada semua pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengontrol emosi diri ketika berkendara di jalan.

"Kita berharap semua pengendara motor, baik itu motor besar atau bukan, tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan juga tetap bersabar dan tidak mudah terpancing emosinya saat berada di jalan," ucapnya.

Baca juga: Terekam CCTV, Polisi Melerai Saat 2 TNI Dikeroyok Anggota Klub Moge

Keroyok anggota TNI di Bukittinggi

Seperti diketahui, perisitiwa ini terjadi pada Jumat (30/10/2002) sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan DR Hamka Kota Bukittinggi.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspom AD) Letjen TNI Dodik Widjonarko mengatakan bahwa adanya kesalahpahaman antara dua orang prajurit TNI AD yang berdinas di Kodim 0304/Agam dengan pengendara SPM rombongan klub moge HOG Siliwangi, Bandung, di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dodik menjelaskan, peristiwa pengeroyokan bermula ketika dua prajurit TNI tersebut sedang berboncengan mengendarai sepeda motor sekitar pukul 17.00 WIB melalui Jalan DR Hamka, Kota Bukittinggi.

Bersamaan dengan itu, kata dia, menyusul rombongan pengendara moge yang terlepas dari rombongan inti.

Ini menyebabkan mereka terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan dari rombongan inti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X