Seorang Remaja Tewas Kecelakaan, Kendarai Motor Modifikasi Tak Layak, Ban Depan Belakang Gundul

Kompas.com - 02/11/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas gas2.orgIlustrasi kecelakaan lalu lintas

KOMPAS.com - Seorang remaja berinisial IPM (16), tewas kecelakaan di Gianyar, Bali, Minggu (1/11/2020).

Korban yang mengendarai motor modifikasi dengan kondisi ban yang sudah gundul, meninggal di tempat usai menabrak tembok di Jalan Sawo.

Kecelakaan bermula saat korban datang dari utara menuju selatan.

Baca juga: 3 Paslon di Pilkada Kabupaten Malang Obral Janji Berikan Pendidikan Gratis

Ketika tiba di tempat kejadian yang kondisi jalannya menikung, korban tidak bisa menguasai laju kendaraannya hingga menabrak tembok.

IPM tewas dengan luka parah di bagian kepala karena saat itu tidak menggunakan helm.

Baca juga: Berawal dari 3 Pasang Sandal yang Tergeletak, Warga Geger Temukan 3 Bocah Tewas di Sumber Air

Kanit Laka Polres Gianyar, Aiptu I Wayan Kariawan menjelaskan, dari hasil olah TKP, korban tidak kuasa mengendalikan kendaraannya di tikungan.

Hal tersebut diduga karena ban kendaraan korban mengalami selip.

Sebab pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, ban sepeda motor korban sudah tidak layak jalan karena sudah gundul.

Tak hanya itu, saat kejadian, situasi relatif mendung sehingga jalanan gelap.

“Kendaraan yang dikendarai sudah dimodif dengan stang pengereman tidak standar. Ban depan dan belakang gundul diduga sebagai penyebab tidak berfungsi kendaraan dengan baik,” ungkap Kariawan dikutip dari Tribun Bali, Senin (2/11/2020).

"Korban berstatus di bawah umur yaitu 16 tahun bahkan tanpa SIM. Hal itu diduga korban belum memiliki kompetensi mengemudi. Terlebih korban tidak menggunakan helm juga diduga menjadi penyebab fatalitas luka pada korban," ujar Kariawan menambahkan.

Kasatlantas Polres Gianyar AKP Laksmi Triana Dewi menyayangkan insiden tersebut.

Pihaknya meminta kepada para orangtua agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran.

Orangtua harus melarang anak di bawah umur mengendarai kendaraan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X