Kemenag Jateng Minta Calon Jemaah Umrah Patuhi Pedoman Pembatasan

Kompas.com - 02/11/2020, 19:28 WIB
Ilustrasi umrah Shutterstock.comIlustrasi umrah

SEMARANG, KOMPAS.com - Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, M Saidun mengatakan, ketentuan jemaah umrah di Jateng menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Saat ini, calon jemaah umrah bisa melakukan perjalanan ke Jeddah menggunakan maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines yang berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

"Penerbangan calon jemaah umrah di Jateng yang terdekat bisa berangkat dari Jakarta. Selain itu bisa juga dari Surabaya, Makassar dan Kuala Namu Sumatera Utara namun terlalu jauh. Pesawatnya harus pakai Saudia Airlines," jelasnya saat dihubungi, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Tes PCR dan Visa Jadi Kendala, Calon Jemaah Umrah Diminta Persiapkan dengan Baik

Dia menjelaskan, untuk jumlah kuota calon jemaah umrah yang disediakan sejauh ini sekitar 1.000 jemaah setiap hari secara nasional yang disediakan dalam aplikasi online Siskopatuh.

"Untuk jumlah kuota jemaah umrah di Jateng sendiri kami belum menerima laporan dari penyelenggara umrah yang kemarin itu memberangkatkan berapa. Masih kita mintakan infonya ke daerah-daerah," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya meminta calon jemaah umrah mematuhi pedoman penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi.

"Kita minta pengertiannya bagi calon jemaah umrah karena situasi pandemi semuanya ada pembatasan. Syaratnya di antaranya pembatasan jumlah jemaah, berusia 18-50 tahun, keberangkatan dibatasi melalui empat bandara menggunakan pesawat Saudia Airlines, jemaah harus memiliki bukti PCR/Swab," katanya.

Baca juga: Satgas Ingatkan 4 Hal agar Jemaah Umrah Terhindar dari Covid-19

Selain itu, kata dia, jemaah harus menjalani isolasi selama tiga hari setelah sampai di Jeddah. Kemudian untuk penginapan, satu kamar hanya boleh diisi maksimal 2 orang.

"Atas dasar itu maka biayanya memang ada kenaikan. Kemungkinan kenaikan sekitar 25 persen. Jika calon jemaah memang siap untuk tambah biaya sialahkan berangkat. Tapi kalau yang belum siap bisa menunggu situasinya normal," ujarnya.

Sebelumnya, regulasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi telah diterbitkan oleh Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 sudah terbit.

KMA Nomor 719 Tahun 2020 tersebut telah ditandatangani oleh Menag Fachrul Razi setelah dibahas bersama dengan sejumlah stakeholder terkait.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X