Kompas.com - 02/11/2020, 15:20 WIB
Suasana malioboro saat macet libur panjang kemarin Kamis (29/10/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSuasana malioboro saat macet libur panjang kemarin Kamis (29/10/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menguji coba jalur pedestrian penuh di Malioboro.

Uji coba rencananya dilakukan pada tanggal 3 November 2020.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, kendaraan bermotor yang melewati Jalan Malioboro dinilai tidak memiliki nilai tambah bagi masyarakat yang memiliki usaha di Malioboro. Sebab, kendaraan tidak bisa parkir, tidak ada tempat berhenti.

"Pertama tidak bisa parkir. Orang lewat Malioboro sekadar jalan saja. Tidak ada tempat berhenti. Sekarang ini kita mau Grab Food atau Go Food, itu kan juga tidak bisa harus berhenti. Parkir di luar. Kita ingin memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan masyarakat di DIY, untuk menikmati malioboro tanpa hiruk pikuk kendaraan," katanya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Usai Kericuhan, 100 Pengemudi Ojol Bersih-bersih Halaman DPRD DIY dan Malioboro

Menurut Aji, untuk sirip-sirip atau gang di sekitar Malioboro akan tetap diberlakukan dua arah sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Namun, untuk membuat kawasan Malioboro menjadi pedestrian masih diperlukan uji coba.

"Kita tunggu hasil uji cobanya. Ini kan uji coba mau dua minggu. Dari situ, kan, kelihatan bagaimana titik-titik kemacetan, bagaimana teman-teman berusaha di sana, pedagang kaki lima, kita lihat. Nanti perkembangannya kalau memang positif dan itu lebih bagus, ya, kita akan berlakukan terus. Namanya uji coba itu kan memang rencana untuk diberlakukan. Kalau masih ada hal yang harus kita perlu evaluasi, perbaikan, ya akan kita perbaiki," ujar Sekda DIY.

Selama ini, hanya pada hari Selasa saja kendaraan bermotor dilarang memasuki kawasan Malioboro sehingga belum bisa memberikan gambaran secara utuh.

"Kalau kemarin, kita hanya tiap Selasa. Kita tentu tidak lihat malam Minggu, tingkat kemacetannya. Weekend, gitu. Tapi, kita tidak nyoba pada libur panjang. Nanti juga tidak memberi gambaran. Karena, setahun belum tentu libur panjang seperti kemarin terjadi," papar Aji.

Uji coba selama dua minggu juga akan memberikan gambaran apakah nanti dibutuhkan kantong-kantong parkir tambahan, mengingat saat ini Malioboro hanya dilewati saja oleh pengendara kendaraan bermotor.

"Ya kita lihat saja nanti. Siapa tahu, sebenarnya tidak perlu kantong parkir selama ini. Wong liwat tok (cuma lewat saja). Tidak ada kepentingan apa-apa di Malioboro. Kita beri kantong parkir itu kalau dia punya kepentingan di Malioboro dan perlu tempat parkir. Coba kita uji coba dua minggu ini kira-kira perlu atau tidak," kata Aji.

Baca juga: Demo di DPRD DIY Ricuh, PKL Malioboro Pilih Berhenti Jualan

Nantinya selama dua minggu kendaraan bermotor yang boleh melintas di Malioboro hanya Transjogja, ambulance, dan pemadam kebakaran.

"Yang lain tidak bisa, pesepeda saja juga begitu ya, walaupun boleh lewat tetapi nggak boleh parkir kalau semua parkir di situ (Malioboro) nanti jadi tempat penitipan sepeda," kata Aji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X