Cerita dari Kalimantan ke Dunia, Warga ke Klinik Kesehatan Bayar dengan Bibit Tanaman

Kompas.com - 01/11/2020, 06:26 WIB
Warga yang membayar bibit pengobatan ASRIWarga yang membayar bibit pengobatan
Editor Rachmawati

"Begitu juga dengan layanan kesehatan yang disediakan oleh klinik ASRI yang memberikan diskon biaya berobat jika mereka datang dari dusun-dusun yang menjaga hutan dan opsi pembayaran non-tunai yang memungkinkan mereka untuk membayar biaya pengobatan dengan bibit, kerajinan, kotoran hewan, dan lain-lain," tambahnya.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Skema yang diterapkan ASRI ini - melalui kerja sama dengan Health in Harmony - akan diterapkan di kawasan lain di Indonesia serta di Madagaskar dan Brasil.

"ASRI sangat terbuka untuk kemungkinan mereplikasi, di hutan-hutan yang bernilai konservasi tinggi, kita selalu melihat ada kaitan antara kesehatan dengan konservasi," kata Febriani.

Namun di luar itu, Febriani mengatakan telah menerapkan langkah yang sama di kawasan lain di Kalimantan Barat di sekitar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

"Sejak akhir 2018, kami mulai menjalankan layanan kesehatan di sana, dan saat ini sedang mempersiapkan beberapa tempat pembibitan untuk menerima bibit dari pasien."

Baca juga: Kisah Andri, Makin Kreatif di Tengah Pandemi, 1 Bulan Ciptakan 500 Motif Batik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika ada kesempatan dan dukungan yang besar, tentu ingin membawa pendekatan kami ini ke area lain di Indonesia," katanya.

Salah satu peneliti terkait capaian ASRI, Susanne Sokolow, ilmuwan dari Institut Lingkungan Stanford Woods, mengatakan para peneliti menemukan bahwa program ini berhasil mengurangi tingkat deforestasi dalam tingkat besar.

"Yang penting adalah kami menemukan semakin orang sering mengunjungi klinik atau berpartisipasi dalam program konservasi, semakin terasa dampaknya," kata Sokolow kepada Thomson Reuters Foundation.

Baca juga: Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Penurunan terbesar penebangan liar terjadi di dekat desa-desa yang warganya sering mengunjungi klinik, menurut studi itu.

Secara global, sekitar 35% hutan alam dikerjakan penduduk lokal, namun mereka jarang dilibatkan dalam rancangan program konservasi, menurut Stanford.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.