Seorang Ibu Menulis Buku untuk Bayinya yang Meninggal: Dia Menanti di Surga

Kompas.com - 01/11/2020, 06:16 WIB
Buku Dia Menanti di Surga karya Fadilasari. (FOTO: dok. Fadilasari) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYABuku Dia Menanti di Surga karya Fadilasari. (FOTO: dok. Fadilasari)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Fadila Sari (Ila) seorang ibu di Lampung menulis sebuah buku yang berjudul Dia Menanti di Surga.

Buku tersebut ia tulis untuk sang anak yang meninggal dunia karena sakit pneumonia.

Selama menulis buku itu, ia berdamai dengan rasa duka dan mengikhlaskan putranya yang meninggal beberapa waktu lalu.

"Banyak orangtua yang terpuruk, khususnya kaum ibu, saat ditinggal buah hatinya, ini telah saya rasakan sendiri," kata Ila saat bedah buku secara virtual yang ditaja PW Fatayat NU Lampung, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Cerita Seorang Ibu Menulis Buku untuk Ikhlaskan Bayinya Meninggal

Ila bercerita awalnya dia menulis artiket di media sosial yang berjudul Mengatasi Kesedihan Saat Buah Hati Berpulang.

Tak ia sangka, artiket tersebut mendapatkan respon positif dari warganet. Selain itu banyak orangtua yang ikut membagikan cerita pengalaman mereka saat anak mereka meninggal dunia.

"Dari situ saya menyadari, orangtua yang kehilangan buah hati mereka sangat banyak, dan banyak pula yang ternyata masih larut dalam kesedihan selama bertahun-tahun," kata Ila.

Baca juga: Dinonaktifkan karena Diduga Hina Jokowi, Dosen Unnes Habiskan Waktu dengan Menulis Buku

Di buku tersebut Ila menuliskan tips mengatasi rasa kehilangan dan berdamai dengan kenyataan.

Ia juga mengingatkan hal yang sering diabaikan oleh orangtua saat anak sakit sehingga penanganannya terlambat.

"Ada penyakit yang sering disepelekan oleh orangtua, karena mirip dengan flu biasa, yakni pneumonia. Akibatnya, penanganannya menjadi terlambat," kata Ila.

Sementara itu, Ketua Komite Satra Dewan Kesenian Lampung (DKL) Udo Z Karzi saat bedah buku mengatakan buku yang ditulis oleh Ila tidak menunjukkan jika ia sedang terpuruk.

Baca juga: Cerita Fahmi Idris Menulis Buku Gara-gara Aristides Katoppo

Ia mengatakan Ila telah memaparkan secara gamblang yang terjadi dengannya.

"Bahkan Ila sangat kuat, dia memaparkan secara gamblang rangkaian peristiwa kehilangan yang dia hadapi," kata Udo.

Selain itu Udo mengatakan jika buku Dia Menanti di Surga dapat memberikan edukasi pada orangtua.

"Ila menulis bagaimana menyikapi bayi yang sakit yang kerap luput dari perhatian orangtua, bagaimana merawat bayi yang sakit di rumah. Dan yang paling penting, adalah mengikhlaskan saat sang buah hati berpulang," kata Udo.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Tri Purna Jaya | Editor: Farid Assifa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X