[POPULER NUSANTARA] Video Viral Pengendara Motor Angkut Jenazah | Sepeda Motor di Bengkel Ditilang Polisi

Kompas.com - 31/10/2020, 06:15 WIB
Tangkapan layar video seorang pengendara sepeda motor membawa jenazah yang terbungkus kain jarik di Boyolali, Kamis (29/10/2020). FACEBOOKTangkapan layar video seorang pengendara sepeda motor membawa jenazah yang terbungkus kain jarik di Boyolali, Kamis (29/10/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Rekaman video yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor membawa jenazah dengan menggunakan beronjong viral di media sosial.

Video tersebut diketahui terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (29/10/2020).

Dari keterangan polisi, pria yang mengangkut jenazah itu bernama Sutejo (50) yang diduga mengalami gangguan jiwa. Sedangkan jenazahnya adalah ibu kandungnya sendiri bernama Ginem Suharti (80).

Jenazah tersebut awalnya dibawa pengendara itu dari Banyudono dengan tujuan Simo untuk dimakamkan. Namun akhirnya batal dilakukan dan kembali dibawa ke rumah duka.

Sementara itu, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, polisi mengambil paksa sepeda motor milik warga yang berada di sebuah bengkel.

Pengambilan paksa itu dilakukan karena sepeda motor tersebut diduga sering digunakan untuk melakukan balap liar.

Oleh polisi, sepeda motor yang diamankan itu akan dilakukan proses tilang.

Pasalnya, selain memiliki knalpot racing diketahui juga mati pajak.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Berikut ini lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Jenazah diangkut dengan beronjong

Ilustrasi jenazah, jasad manusiaSHUTTERSTOCK Ilustrasi jenazah, jasad manusia

Rekaman video yang memperlihatkan aksi Sutejo (50), warga Dukuh Bantulan RT 003, RW 004, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Pasalnya, pria yang diduga memiliki gangguan kejiwaan itu nekat mengangkut jenazah ibunya bernama Ginem Suharti (80) dengan menggunakan beronjong yang diletakan di jok motornya.

Jenazah yang dibungkus kain jarit itu diangkut dari Bantulan, Jembungan, Banyudono menuju Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Simo.

Awalnya, jenazah tersebut hendak dibawa langsung ke pemakaman. Namun oleh warga disarankan untuk dibawa ke rumah duka.

"Sama warga disarankan jenazah dibawa ke rumah duka terlebih dahulu untuk dimandikan," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu AM Tohari.

Baca juga: Video Viral Pengendara Motor Angkut Jenazah di Boyolali, Ini Penjelasan Polisi

2. Sepeda motor di bengkel diambil paksa polisi

Ilustrasi service motor di bengkel resmi di era new normalIstimewa Ilustrasi service motor di bengkel resmi di era new normal

Sepeda motor milik seorang remaja berinisial R yang berada di bengkel kawasan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk diservis diambil paksa oleh polisi.

Pasalnya, motor tersebut diduga sering digunakan untuk melakukan aktivitas balap liar.

Tindakan tegas polisi yang mengambil paksa kendaraan itu sempat menjadi sorotan warganet.

Namun demikian, polisi menganggap upaya yang dilakukan itu sudah benar. Terlebih lagi, sepeda motor tersebut diketahui memiliki knalpot racing dan mati pajak.

Oleh karena itu, sesuai ketentuan yang berlaku, sepeda motor tersebut akan dilakukan proses tilang.

"Kita tilang dan diamankan di Mapolres Agam. Untuk pemilik bengkel, besok kita panggil," kata Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan.

Baca juga: Sepeda Motor di Bengkel Diambil Paksa Polisi, Kapolres: Kita Tilang...

3. Siswi SMA buang bayi

Ilustrasi bayiKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi bayi

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jembrana, Bali, berinisial RP (17), tega membuang bayi yang baru dilahirkannya di depan Panti Asuhan Giri Asih di Kecamatan Melaya, Rabu (28/10/2020).

Terungkapnya kasus itu setelah polisi menemukan sebuah buku catatan di dalam tas tempat bayi tersebut.

“Di dalam tas ada buku catatan yang di dalamnya ada puisi dan NIK. Dari NIK ini akhirnya membuahkan petunjuk untuk pengungkapan kasus,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana, Bali, AKP Yogie Pratama, Kamis (29/10/2020).

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya.

Bayi tersebut sengaja dibuang pelaku karena diduga malu. Sebab, bayi itu hasil dari hubungan gelapnya dengan sang pacar yang juga masih duduk di bangku SMA.

Baca juga: Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

4. Tim Polda Riau ditolak petugas lapas

Tangkapan latar video saat Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama ditolak petugas Lapas Pekanbaru untuk memeriksa seorang napi diduga pengendali narkotika jenis sabu, Kamis (29/10/2020).KOMPAS.COM/IDON Tangkapan latar video saat Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama ditolak petugas Lapas Pekanbaru untuk memeriksa seorang napi diduga pengendali narkotika jenis sabu, Kamis (29/10/2020).

Tim dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau ditolak petugas lapas Pekanbaru saat akan melakukan pemeriksaan kepada narapidana yang diduga pengendali narkotika.

Petugas lapas menolak kedatangan polisi karena saat itu dianggap sedang hari libur.

Namun setelah melakukan lobi sekitar satu jam, akhirnya Tim dari Polda diperkenankan masuk untuk melakukan pemeriksaan.

"Ya, kami sempat ditolak karena alasan hari libur. Namun kami dihubungi kembali oleh Kakanwil (Kemenkumham Riau) pukul 21.30 WIB. Dan beliau langsung mengawasi jalannya pemeriksaan terhadap napi yang ingin kita periksa," kata Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama SIK, Jumat (30/10/2020).

"Alhamdulilah sudah berjalan sesuai yang kita inginkan, berkat koordinasi Bapak Kapolda Riau (Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dengan Kakanwil setelah kejadian tersebut," tambah Hardian.

Baca juga: Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

5. Pesepeda disiram air keras

Ilustrasi air kerasShutterstock Ilustrasi air keras

Tiga pesepeda di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tak dikenal saat sedang gowes, Kamis (29/10/2020) pagi.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Beruntung saat kejadian itu, cairan yang diduga air keras itu tidak sampai melukai kulitnya.

"Alhamdulillah kulit saya aman. Saya ngeh-nya juga celana saya rusak pas sudah sampai rumah," ungkap Della salah seorang korban.

Saat kejadian itu, dirinya tidak tahu persis siapa pelakunya. Karena ketika itu kondisi jalan sedang ramai.

Namun demikian, ia berharap pelaku agar bisa diungkap.

"Aku enggak ngeh dia boncengan atau enggak dan pakai motor apa, yang tahu teman saya korban satunya," tegasnya.

Baca juga: Tiga Pesepeda Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes, Begini Ceritanya

Sumber: Kompas.com (Penulis : Idon Tanjung, Labib Zamani | Editor : Farid Assifa, Candra Setia Budi, Setyo Puji, Dony Aprian).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X